Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerita

Berprasangka Baik kepada Allah? Bisa!

Kesulitan dan kemudahan dalam kehidupan pasti selalu datang. Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapi hal yang datang kepada kita. Setidaknya begitulah yang pernah saya simpulkan ketika mendengar cerita penuh nasihat dalam suatu majelis ilmu. Cerita ini saya pernah dengar dua kali. Karena sangat berkesan, saya cari cerita tersebut di Google untuk kelak saya bagikan kepada orang lain, dan semoga kita sama-sama mendapatkan hikmah dari cerita tersebut. Ternyata, cerita itu pernah ditulis Ust. Salim A. Fillah dalam bukunya Dalam Dekapan Ukhuwah. Beginilah ceritanya. *** Cerita ini ada pada masa ‘Abbasiyah. Ada seorang budak yang diberikan libur pada hari Jumat. Hari libur itu dia gunakan untuk bekerja, mengumpulkan uang untuk menebus dirinya pada majikannya. Dia bercita-cita menjadi orang yang merdeka. Suatu hari, setelah uangnya terkumpul, dia meminta izin kepada majikannya. Gayung bersambut, majikannya mengizinkan sang budak untuk menebus diri. Luar biasanya lagi, ...

Cerita di Balik Layar: The Kingdom

Begitu tau ada tugas drama musikal gue langsung antusias. Saking antusiasnya, gue sampai meninju angin. Karena ini momennya bagus buat tampil, dan gue, selayaknya anak muda yang ngebet tampil, nggak akan menyia-nyiakan momen ini. Pembagian kelompok pun dilakukan. Beranggotakan 18 orang, gue tergabung di kelompok A. 18 orang lagi di kelompok B. Dua minggu setelahnya dilakukan pengundian giliran tampil. Kelompok A tampil kedua. *** Oke, gue akan membawa kalian pada perjalanan dari kali pertama latihan hingga selesai penampilan. Dari Januari hingga 24 Maret 2016. Baca juga post dari teman gue, Wahyu: Sukses dengan 2 hari latihan. Bersyukurlah! Januari Hari Sabtu sepulang les, gue dan Giyats ke rumah Fellya (yang selanjutnya akan terus-terusan dijadiin tempat latihan). Rumahnya lumayan jauh. Beruntung kami punya petunjuk jalan sehingga kami nggak nyasar. Kalo nyasar, duh..., jadi makin panjang post gue. Di sana udah ada teman-teman. Artinya, di hari pertama latihan aja gu...

Kebiasaan Buruk Pengunjung Gramedia

Gue merasa ada perubahan dalam diri mengenai minat membaca buku. Walaupun gue cuma baca buku jenis tertentu (pastinya menghindari buku pelajaran), tapi setidaknya ada peningkatan dalam minat baca buku. Dulu, gue nggak tahan baca novel selama 20 menit. Sekarang, gue bisa 30 menit baca novel. 10 menit buat baca, sisanya gue ketiduran. Peningkatan itu ditandai dengan seringnya gue ke Gramedia. Setiap pulang les, tepatnya hari Minggu (saat kelas 10) atau Sabtu (saat kelas 11), gue sering ke Gramedia buat beli atau sekedar liat-liat buku baru. Baca juga: Ngomongin Buku: What I Talk About When I Talk About Running - Haruki Murakami Buku yang Menghangatkan Rumah   Pokoknya, Gramedia tempat ngabisin waktu paling seru~ (Gue nggak tau ini Gramed mana. Sumber: Google) Karena seringnya gue ke Gramedia, gue jadi tau kebiasaan pengunjung Gramedia. Mungkin nggak cuma di Gramedia, tapi di toko buku lainnya juga hampir mirip kebiasaannya. Berikut adalah kebiasaan buruk yang gue amati...

Jadi Ketua Kelas (Lagi)

Kadang gue berpikir, kriteria seperti apa yang cocok untuk menjadi seorang pemimpin. Bisa berbicara di depan umum, punya attitude yang baik agar bisa dicontoh oleh orang lain, dan masih banyak lagi. Begitu juga seorang ketua kelas, yang notabene jadi pemimpin di kelas. Sewaktu kelas 10, gue pernah jadi ketua kelas. Banyak yang udah dibahas di blog gue (Bisa baca di sini , di sini , dan di sini ). Lalu, apakah gue termasuk orang yang punya kriteria yang udah gue sebutin di atas? Jawabannya: Nggak. Semakin ke sini, gue berpikir ada satu kriteria ketua kelas dan gue punya kriteria itu, yaitu gampang disuruh-suruh. Gue termasuk orang yang penurut. Apapun perintah yang bersumber dari orang yang lebih tua dari gue, gue menurutinya. Ya, nggak semua perintah gue turuti sih. Kalau gue disuruh terjun dari lantai tiga sekolah, gue nggak bakal mau. Banyak teman-teman kelas 10 yang sekarang berbeda kelas dengan gue bilang, "Kelas 11 jadi ketua kelas aja lagi, Rob.". Gue berpikir,...

Kenangan Sebelum Naik Kelas

Memasuki bulan April, sekolah gue mengadakan berbagai lomba dalam rangka memperingati hari Bumi. banyak lomba yang diadakan. Ada lomba kebersihan kelas, menghias tempat sampah, dan membuat slogan. Padahal gue mengharapkan ada lomba balap kelomang. Atau lomba panjat pinang, tapi pinangnya dibelah dua. Karena gak ada hubungannya dengan hari Bumi, makanya ditiadakan. Sebagai ketua kelas, gue diwanti-wanti oleh guru penyelenggara lomba buat merencanakan lomba secara serius. Karena gue orangnya juga suka dengan hal-hal serius, akhirnya gue nikah dengan guru tersebut. Yaelah, serius amat bacanya. Gue gak serius nikah sama guru itu. Nah, ketauan deh kalau gue orangnya gak serius. Oke, sekarang baru serius. Jadi, setelah upacara (gue lupa tanggalnya), penyelenggara lomba memberikan info tentang apa aja yang dilombakan (udah gue sebutin di atas). Gue lebih memfokuskan untuk lomba menghias tempat sampah karena lomba yang lain cuma butuh waktu yang singkat. Saat ada jam pelajaran koson...