Saya selalu punya sekolah impian. Dulu, ketika lulus SD, saya berkeinginan melanjutkan bersekolah di SMP Negeri 45 RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). Bisa dibilang itulah impian besar saya setelah lulus. Nilai ujian nasional yang saya peroleh dirasa cukup untuk mendaftar di sekolah tersebut. Saya memberanikan diri untuk menginjakkan kaki di SMP impian saya. Meskipun pada akhirnya saya gagal bersekolah di sana karena saat itu sekolah RSBI masih bayar. Sedih bila mengingat momen itu. Seorang bapak duduk di sebuah meja pendaftaran. Kakak saya bertanya, “Pak, masih adakah jalur untuk reguler?” “Jalur reguler tidak ada untuk tahun ini,” jawabnya. Kakak memberi tahu saya biaya masuk sekolah ini cukup besar. Sedih, ya, sedih. Mau bagaimana lagi. Saya masih sayang orang tua, tidak ingin memberatkan mereka dengan biaya sekolah. Impian saya hampir terwujud meskipun hanya sebatas “pernah masuk SMPN 45”. Cuma sampai meja pendaftaran. Akhirnya saya bersekolah di...