Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Langitnya cerah ya?

Terima Kasih SMA Negeri 33 Jakarta

Saya selalu punya sekolah impian. Dulu, ketika lulus SD, saya berkeinginan melanjutkan bersekolah di SMP Negeri 45 RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). Bisa dibilang itulah impian besar saya setelah lulus. Nilai ujian nasional yang saya peroleh dirasa cukup untuk mendaftar di sekolah tersebut. Saya memberanikan diri untuk menginjakkan kaki di SMP impian saya. Meskipun pada akhirnya saya gagal bersekolah di sana karena saat itu sekolah RSBI masih bayar. Sedih bila mengingat momen itu. Seorang bapak duduk di sebuah meja pendaftaran. Kakak saya bertanya, “Pak, masih adakah jalur untuk reguler?” “Jalur reguler tidak ada untuk tahun ini,” jawabnya. Kakak memberi tahu saya biaya masuk sekolah ini cukup besar. Sedih, ya, sedih. Mau bagaimana lagi. Saya masih sayang orang tua, tidak ingin memberatkan mereka dengan biaya sekolah. Impian saya hampir terwujud meskipun hanya sebatas “pernah masuk SMPN 45”. Cuma sampai meja pendaftaran. Akhirnya saya bersekolah di...

Kenyataan Jadi Mimpi

Menceritakan mimpi bisa menjadi topik obrolan ringan yang menyenangkan. Mimpi di sini yang gue maksud adalah mimpi bagian dari tidur. Meskipun bila kata mimpi diartikan sama dengan impian, tetap masih sama menyenangkan untuk jadi bahan obrolan. Beberapa kali gue menceritakan mimpi kepada mama gue. Saat merasa harus menceritakan itu, gue harus tahan mengingatnya sampai ketemu momen tepat buat ngobrol dengan Mama, nyeritain mimpi sekaligus curcol. Kita semua tahu, seorang ibu nggak selalu punya waktu luang hanya untuk dengerin curhatan anaknya. Ada kalanya beliau mengerjakan pekerjaannya. Rasanya nggak pas bila gue curhat saat Mama mencuci piring. Kalau mimpi gue mulai dianggap ngelantur, muka gue dikasih abu gosok. Sumber: pixabay.com Kayaknya nggak cuma gue yang suka nyeritain mimpi sendiri. Orang-orang yang dekat dengan gue juga sering cerita. Dan seringnya, mimpi yang kita ceritain itu mimpi yang serem, aneh, dan basah. Mimpi disiram air cucian piring, misalnya. Menceritakan ...

Kontemplasi Akhir Tahun

Dari SD sampai SMA, nggak banyak rumah teman yang pernah gue kunjungi. Gue memang agak segan main ke rumah teman. Banyak faktor yang membuat gue jarang ke rumah teman. Pertama, gue orangnya kaku. Jangankan ke rumah teman, ke rumah saudara saja gue cuma duduk diam atau menonton televisi. Gue takut kejadian itu juga terjadi di rumah teman. Ditanya orang tuanya teman, gue malah cengengesan nggak nyambung. Kedua (ini alasan yang dibuat-buat), gue takut nggak bisa pulang lagi. Takut nyasar. Farhan adalah salah satu teman yang rumahnya pernah gue kunjungi. Waktu itu gue lagi deket banget sama dia. Main ke mana-mana bareng. Dan nggak biasanya, Farhan bisa menjadi teman belajar. Sudah terlalu banyak teman gue yang “diajak main ayo, tapi diajak belajar nolak”. Saat itu, cuma Farhan yang mengerti kondisi kita. Saat itu gue sedang kelas 6. Persiapan UN lagi getol-getolnya. Selain jarang ke rumah teman, gue juga agak takut mengajak teman-teman ke rumah. Khawatir mereka nggak suka dengan p...

Perkembangan Teknologi Dalam Proses Belajar

Pesatnya perkembangan teknologi di Indonesia berdampak ke semua sektor kehidupan selama 10 tahun terakhir. Salah satunya di bidang pendidikan. Dalam rentang waktu tersebut, gue berstatus sebagai pelajar. Tiap naik satu tingkatan selalu ada perubahan teknologi yang gue rasakan dalam proses belajar. Awal-awal zaman SD, gue masih mengalami proses belajar "guru menjelaskan, siswa mencatat setelahnya". Proses belajar yang menurut gue dan beberapa teman sangat membosankan. Kadang di saat guru menjelaskan, teman-teman gue ketiduran. Akhirnya, giliran dimintai catatan, malah kena omel guru tersebut. Kasian. Barulah di kelas 6 gue merasakan adanya teknologi masuk ke proses belajar. Seingat gue, waktu itu di kelas kami ada sebuah proyektor untuk menampilkan gambar-gambar proses fotosintesis. Itulah kali pertama (sekaligus yang terakhir) merasakan adanya teknologi masuk dalam proses belajar. Sumber: Google Image | Benda canggih yang pernah gue temui di SD Gue yakin, makin...