Tinggal berdua dalam satu rumah adalah hal yang tidak pernah aku inginkan. Apakah ada lelaki, berumur enam belas tahun, yang menginginkan tinggal bersama adiknya, yang baru berumur delapan bulan? Agak gila. Aku seperti gadis belasan tahun yang disetubuhi hingga hamil kemudian ditinggal sang lelaki bajingan. Aku seringkali membuat penyangkalan, bahwa aku tidak pantas ditempatkan dalam kondisi begini. Tinggal serumah dengan manusia yang tidak bisa membantuku mengerjakan apa pun. Aku seperti hidup sendiri, kemudian diberi beban lagi. Saat diri tidak terkontrol, sepintas aku berpikir ingin menusuk pisau roti ke punggung adikku, sehingga beban di rumah ini berkurang. Ayahku pergi dua bulan sebelum Herman, adikku, dilahirkan. Ibuku tak kuketahui kabarnya pasca-melahirkan. Aku tak pernah mendapatkan informasi pasti di mana keberadaan kedua orang tuaku. Kerabat terdekatku, Tante Tresna, mengatakan, mereka ada di sebuah kota untuk mencari nafkah, dan kedua anaknya dititipkan pada adik A...