Di sekolah, kita pasti kenal dengan anak yang minimal menyukai satu pelajaran bahkan sampai menguasainya. Untuk beberapa guru, mereka akan memanfaatkan kemampuan muridnya untuk disuruh-suruh. Sandro, teman di SMA, paling sering disuruh maju mengerjakan soal Matematika di papan tulis. Teman gue yang lain, Silvi, sering diminta mencontohkan bagaimana cara men- dribble bola basket yang baik saat mata pelajaran Penjaskes. Keahlian gue saat itu hanyalah di pelajaran kosong. Tidak ingin hanya menguasai pelajaran kosong, gue bertekad untuk dapat menguasai minimal satu mata pelajaran di SMA. Gue berkaca pada sembilan tahun sebelumnya selama bersekolah, lalu muncul sebuah pertanyaan: pelajaran apa yang gue kuasai selama ini? Maksud dari pertanyaan itu agar gue tinggal melanjutkan dan meneruskan mapel kesukaan sampai lulus SMA bahkan kuliah. Sewaktu SMP gue paling suka Matematika dan IPA. Gue berpikir bakal selamanya seperti begitu. Kenyataannya enggak. Menjalani satu bulan pertama...