Sumber: insanbumimandiri.org Saya kira, kehidupan perkuliahan saya sangatlah membosankan. Ada suatu momen pada awal memasuki dunia kampus. Ketika itu, seorang kakak tingkat bertanya kepada saya dalam sesi ngobrol, “Terus, setelah kita sudah jadi mahasiswa,” ucapnya membuka obrolan, “apa yang mau kita lakukan?” "Ke bukit stroberi!" Nggak gitu. Saya spontan menjawab, “Mau jadi orang yang bermanfaat, Kak.” Entahlah. Jawaban itu kenapa bisa keluar dari mulut saya. Kalau dipikir-pikir, jawaban saya sangatlah umum dan mungkin terkesan muluk-muluk. Perlu diketahui, saat itu saya belum tahu apa-apa soal kebermanfaatan. Apalagi hadits dari Rasulullah yang berbunyi “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain” belum begitu melekat, bahkan saya jarang mendengarnya. Hingga akhirnya ucapan tersebut saya rasakan sampai sekarang. Ucapan adalah doa. Perkataan saya saat itu menjadi hal yang terus berusaha diwujudkan. Saya sering dipertemukan...