Hingga saat ini, setelah lulus SMA, kepala gue masih dihujani pertanyaan: Mau lanjut ke mana setelah ini? Lulus SMA bukanlah suatu hal yang bisa membuat gue tenang begitu saja. Setiap bangun pagi gue harus mengakrabkan diri pada kejenuhan. Tidak ada lagi uang saku, tidak ada lagi main-main. Semakin sadar bahwa semua tindakan harus dipikirkan matang-matang. Salah satunya adalah perihal pilihan jurusan kuliah. Kata orang, salah jurusan berarti salah pilihan hidup. Hal itu menjadi salah satu alasan ketakutan bagi anak kelas 12. Bingung mau melangkah ke mana. Mau kerja, tapi nggak punya kemampuan khusus, terutama anak SMA yang memang belum punya keahlian seperti anak SMK. Menjadi anak kelas 12 berarti sering dihadapkan dengan ujian batin. Pikiran gue mentok saat itu. Dalam pikiran gue, dibumbui rasa frustrasi, hanya orang yang pintar Matematika saja yang bisa sukses. Gue melihat nilai rapor dari semester satu sampai lima, hati gue berbisik, “Astagfirullah...” Mata pelajaran yang p...