Skip to main content

GagalGaya


Ini hari yang menyakitkan. Sakit dalam artian sebenarnya. Tangan gua sakit. Menurut diagnosa (sotoy) gua, gua keseleo kayaknya. Sebelum gua kasih tau kenapa gua keseleo, gua mau minta maaf sama blog gua. Kasian banget dia, gua dateng cuma buat cerita doang. Andai kata blog gua ini manusia, dia pasti bakal berpikiran gini: 

“liat tuh si Robby, dateng ke gua kerjanya cuma cerita doang. Mana gak bawa tentengan lagi”

Kembali ke topik yang mau di bahas. Gua keseleo gara-gara main voli. Main volinya sih ga masalah, tapi yang bikin gua keseleo itu karena gua banyak gaya. Gua (gagal) salto. Lebih tepatnya salah jatoh. Kejadiannya gini:

Tiap olahraga itu kesempatan gua buat banyak gerak, sampe gerak yang berlebihan. Waktu itu ga ada guru, jadinya bebas mau olahraga apa aja. Karena di sekolah gua itu jarang banget yang suka bola (dan karena lapangannya dipake kelas XI). Beda banget sama di SMP gua. Olahraga yang populer ya Cuma bola doang. Masuk pagi, istirahat, tengah hari bolong ada aja yang maen, dan itu tarohan. Kenapa jadi ngalor-ngidul gini?
Balik lagi. Singkat cerita kita langsung main voli.Gua lupa kejadian pastinya, tapi yang gua inget, waktu itu bola udah out. Dan gua kebagian ngambil bolanya. Ya emang saatnya gua buat be-gaya. Pas situasi bola udah cukup pas, langsung aja gua salto. Daaannnn.... gua salah jatoh -_-. Sakit—nya itu berasa. Berasa laper. Lemes, letih, lesu, panu, kurap, kudis macem-macem rasanya. Kayak nano-nano
Ya emang sih salah gua juga. Kenapa gua ngelakuin hal tanpa di dasarin ilmu sebelumnya. Salto juga kan ada ilmunya. Gua cuma berbekal ngeliat stand up-nya @Praz_Teguh dan @arif_alfiansyah. Dia kalo stand up salto-saltoan terus. Ya gua jadi kepengen ngikutin.
*Pesan moral di atas adalah: Tuntutlah ilmu sampai ke UGM *

Ngaco

Abis kejadian itu, gua pengen urut. Tapi susah banget nyari tukang urut jaman sekarang yang serba canggih. Tukang urut aja pake robot. Perkembangan jaman memang sadis.
Gara-gara teknologi juga, tukang-tukang pada bikin kasian. Yang paling kasian menurut gua adalah tukang mainan keliling. Ya gimana gak kasian, sekarang mainan udah bisa tinggal download. Kasian kan. Makanya belajar yang bener bro, bukan sibuk nge-blog aja #NyindirSendiri
Kadang kalo sakit gini tuh biasanya gua disuruh minum jamu atau obat. Pokoknya yang pait-pait gitu deh. Asal jangan makan karet aja, karet juga pait. Tapi gua itu paling ga bisa sama yang namanya “nelen obat”. Pengen nangis aja kalo di suruh nelen obat *lebay
Dalam kehidupan. kita juga harus belajar “menerima” kepahitan, biar hidup kita lebih sehat lagi. Karena dengan adanya kepahitan tersebut, kita bisa menengok kejadian sebelumnya. Istilahnya biar ga nyesel gitu
Duh, udah lumayan banyak nih, cukup segini aja ya tulisan gua hari ini. Tangan kirinya masih sakit gara-gara gagal salto tadi pagi.

@robby_haryanto

Comments

Popular posts from this blog

Sumber Ide untuk Lancar Menulis

Kok bisa sih, orang itu lancar menulis ? Sekali duduk, bisa ngetik berhalaman-halaman tulisan. Sumber idenya dari mana aja, ya? Gimana caranya ya biar lancar menulis kayak dia? sumber: freepik Saya suka bertanya-tanya tentang hal tersebut. Mungkin kamu juga menanyakan hal yang sama. Di sini insya Allah saya akan membagikan apa yang saya ketahui. Pada beberapa momen, saya bisa lancar sekali dalam menulis. Selama saya aktif menulis, rekor paling lancar adalah 10 halaman dalam waktu 3 jam! Fantastis buat saya pribadi. Wajar, saat itu saya sedang menggarap sebuah naskah. Kalau ingat masa-masa produktif itu, saya bingung dengan kondisi saat ini. Sekarang terasa lebih sulit untuk menulis. Inilah tujuannya...  Apa yang akan saya bagikan di tulisan ini akan menjadi pengingat bagi saya. Pengalaman Pribadi Pasti kita nggak asing dengan tugas pasca liburan ketika masa-masa sekolah. Ya, kan? Biasanya, pertama kali masuk sekolah setelah liburan, kita diminta nuli...

Tetap Produktif Walaupun #DiRumahAja

Tetap produktif walaupun #DiRumahAja jadi salah satu tekad saya menghadapi fenomena social distancing . Rugi banget kalau melakukan hal sia-sia pokoknya. Seperti yang dikatakan Rasulullah, “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaaat.” sumber: unsplash.com Sepekan terakhir ramai kampanye tagar #DiRumahAja . Tagar itu sebagai dukungan terhadap social distancing yang tujuannya mengurangi aktivitas di luar rumah . Sebelum lebih jauh, social distancing adalah strategi kesehatan publik untuk mencegah dan menghambat penyebaran virus. Caranya dengan menjaga jarak dengan mereka yang sedang sakit, termasuk menghadiri pertemuan dengan jumlah banyak seperti konser dan festival. Kebijakan tersebut, mengutip salah satu artikel di internet, adalah upaya untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona . Banyak hal positif yang saya rasakan selama masa-masa social distancing ini. Saya, yang jarang di ru...

Maret 2025: Penantian Panjang dan Nikmat Ramadhan

Bulan Maret ini banyak banget hal yang mau ditulis. Ditambah sedang dalam bulan Ramadhan, nggak mungkin kekurangan cerita dari perjalanan ibadah di bulan suci ini.  Saat post ini ditulis, saya sedang berada di kampung. Ngetik di laptop, sambil mendengar suara alam, dan ditemani teh kemanisan yang mulai dingin. Rasanya bawa laptop ke kampung jadi keputusan yang tepat untuk tetap jaga ritme aktivitas. Ditambah lagi masih cukup luang waktu di kampung. Penantian Panjang Sejak mulai rutin merekap aktivitas bulanan di blog, saya sering menyebut tentang publikasi artikel. Akhirnya, setelah penantian tersebut, artikel saya terpublikasi. Silakan bagi yang berminat membaca Analysis of Students Scientific Literacy in Integrated Acid-Base Learning Socioscientific Issues Kalau ditanya bagaimana perasaannya, yang pasti senang banget! Karena ini akan membuka peluang untuk publikasi artikel-artikel berikutnya. Semoga rasa semangat itu terus hadir. Dan yang paling penting, tulisan saya bisa membawa...