Skip to main content

Rokok dan cerita unik di dalamnya



Sebelum membahas ke topik permasalahan, mari kita preview kegiatan gua hari ini.
Jam 05.00 : Bangun tidur
Jam 06.00 : Siap berangkat sekolah
Jam 06.25 : Sampe di sekolah dan hampir telat masuk
Jam 06.30 : Apel pembinaan calon ketua osis
Jam 06.55 : ke wc untuk membuang yg layak dibuang (baca: ampas berbentuk padat)
Jam 07.15 : Pemilihan ketua osis.
Jam 07.20 : gua milih pasangan nomor urut 1 (dan akhirnya beliau menang)
Jam 07.30 : masuk kelas dan belajar buat ulangan fisika
gua lupa jam berapa ini: Ulangan Fisika
Jam istirahat: siap-siap ulangan biologi
Jam 10.35 : Ulangan (hasilnya mengecewakan)

Sisanya adalah kegiatan biasa. Tidur, makan, dst

Masalah rokok. Semoga yg baca ini ga nge-rokok ya. Aminn. Tapi bapak gua itu perokok. Perokok itu susah di ilangin kebiasaanya, susah bukan berarti ga bisa. Seandainya ada anak kecil yg baca ini, semoga dia juga ga nge-rokok dan bapaknya juga *apasih
Tapi kemarin gua nemu orang ngerokoknya unik. Biasanya orang kalo ngerokok sambil minum kopi, tapi kemarin yg gua temuin orang ngerokok sambil minum larutan cap 3 jari, eh cap kaki 3. Mungkin sambil ngobatin panas dalem kali ya. Ada lagi ngerokok sambil minum jus. Jus permen karet pula (dalam bentuk pop ice. Pasti lu semua tau itu). Yg paling unik, ngerokok sambil minum kuah pop mie. Itumah orang laper mungkin.
Jadi kesimpulannya adalah, selain bisa buat nyirem taneman, kuah pop mie bisa juga buat teman ngerokok. Catet!
@robby_haryanto

 

Comments

Popular posts from this blog

Maret 2025: Penantian Panjang dan Nikmat Ramadhan

Bulan Maret ini banyak banget hal yang mau ditulis. Ditambah sedang dalam bulan Ramadhan, nggak mungkin kekurangan cerita dari perjalanan ibadah di bulan suci ini.  Saat post ini ditulis, saya sedang berada di kampung. Ngetik di laptop, sambil mendengar suara alam, dan ditemani teh kemanisan yang mulai dingin. Rasanya bawa laptop ke kampung jadi keputusan yang tepat untuk tetap jaga ritme aktivitas. Ditambah lagi masih cukup luang waktu di kampung. Penantian Panjang Sejak mulai rutin merekap aktivitas bulanan di blog, saya sering menyebut tentang publikasi artikel. Akhirnya, setelah penantian tersebut, artikel saya terpublikasi. Silakan bagi yang berminat membaca Analysis of Students Scientific Literacy in Integrated Acid-Base Learning Socioscientific Issues Kalau ditanya bagaimana perasaannya, yang pasti senang banget! Karena ini akan membuka peluang untuk publikasi artikel-artikel berikutnya. Semoga rasa semangat itu terus hadir. Dan yang paling penting, tulisan saya bisa membawa...

Dilanku, Dilanmu, Dilan Kita Semua

Lemari buku saya semakin penuh. Untuk menguranginya, satu per satu saya jual. Saya nggak nyangka ada yang mau beli buku bekas milik saya. Dari hasil penjualan itu, alhamdulillah saya bisa beli makan di akhir bulan.  Seiring berjalannya waktu, ada dua hal yang saya sesali. Pertama, kenapa uang penjualan buku nggak saya tabung. Padahal ada sekitar 10 lebih buku sukses terjual dengan harga 25-30 ribu per buku. Kedua, saya nggak bisa hemat. Ya sudah, biarlah yang lalu telah terjadi. Nasi sudah menjadi nasi goreng. Baca juga: Pengalaman Berjualan Buku Buku yang Menghangatkan Rumah Meskipun beberapa buku sudah terjual, saya tetap membeli buku yang lain, bahkan sekarang lebih banyak dari sebelumnya. Saya jadi bingung. Niat saya jual buku biar buku di lemari saya berkurang.  Sekarang malah ditambah.  Gimana sih maunya saya. Melihat kondisi begini, terbersit dalam pikiran saya, “Buku ini harus tetap bermanfaat, tapi saya nggak mau kehilangan mereka, tapi ...

Berdasarkan Pengalaman: Tips Konsisten Menulis

Suatu hari saya iseng bikin question story di Instagram. Saya bikin question tentang “topik apa yang orang lain pengin baca di blog saya” . Biasa. Saya lagi bingung mau nulis tentang apa. Kehabisan ide. Di luar dugaan, jawabannya banyak. Banyak yang nggak nyambung. Ada yang minta follow back , ada yang dagang, ada yang “yuk kak cek IG kami”. Ada satu jawaban, tulisannya: "tips istiqomah menulis" . Nah, ini yang saya tunggu. Bisa jadi tulisan nih, kata saya dalam hati. Alhamdulillah, akhirnya ada bahan buat nulis. Saya mengartikan jawaban tersebut sebagai "tips konsisten menulis". Semoga nggak jauh-jauh artinya. Baca juga: Sumber Ide untuk Lancar Menulis Kepada Siapa Tulisan-tulisan Ini Ditujukan Sebelum bahas lebih jauh, harus diakui bahwa saya belum begitu konsisten dan rutin dalam menulis. Mungkin baru akhir-akhir ini, ketika pandemi covid-19 menyerang, saya jadi lebih sering nulis. Ketemu laptop terus soalnya. Sebenarnya, untuk tulisan...