Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2017

Di Mana Pun Ia Disantap, Nasi Padang Tetaplah Nasi Padang

Setelah selesai UN, praktis fokus gue hanya terpusat pada SBMPTN. Pergi ke bimbel enam hari dalam seminggu membuat gue jadi nggak terbiasa ada di rumah. Satu hari kosong pun tetap gue gunakan untuk pergi keluar rumah. Gelanggang Remaja Jakarta Barat (GRJB), Grogol, menjadi tempat yang akan gue datangi dalam rapat sebuah organisasi. Seringnya begitu. Berangkat pagi, pulang sore. Pulang ke rumah bawa ranting pohon, nyusun sarang, bertelur. Bentar, itu manusia apa burung dara? Rencananya gue pergi pukul 12.15. Sambil menunggu datangnya siang, dua jam sebelum pergi, gue ketiduran. Pukul 11.45 gue terbangun, tidak menemukan siapa pun di rumah. Bapak pergi ke TPS dan Mama ngajak jalan-jalan cucunya, yang kebetulan tepat berusia satu tahun hari itu. Perut gue sangat lapar, tetapi nggak ada makanan. Tidak terlalu jadi masalah karena gue sudah terbiasa seharian nggak makan. Gue bergerak cepat untuk siap-siap pergi. Tak lama kemudian bapak gue pulang dari TPS. Segera gue berangkat setelah...

Karena Peka Itu Harus

Hal tersulit bagi gue untuk menulis sebuah cerita adalah saat harus mengingat kembali kejadian secara berurutan. Terutama ketika menghadiri suatu acara tertentu dan ingin menuliskannya. Ini salahnya bila tidak menulis poin-poin terlebih dahulu. Gue mencoba mengingat apa saja yang terjadi. Setelah itu, nyadar... kok malah kebanyakan cerita perjalanan ketimbang acaranya, ya? Contoh nyata adalah saat kopdar bareng Blogger Jabodetabek . Seharusnya postingan ini berisi pengalaman gue try out SBMPTN. Bila menemukan lebih banyak cerita perjalanannya, mohon dimaklumi, ya. *** Perjalanan dimulai dari halte Trasnsjakarta Rawa Buaya. Kemudian bus yang gue naiki kini akan melewati halte Indosiar dan gue turun untuk transit, menaiki bus rute ke Lebak Bulus lalu turun halte Simprug. Tempat gue try out, kampus Universitas Pertamina, ada di sana. Dari halte Simprug, menurut rencana gue, akan disambung menggunakan ojek online. Gue sampai di halte Simprug pukul 6.30, sesuai dengan perkiraan d...

Kenyataan Jadi Mimpi

Menceritakan mimpi bisa menjadi topik obrolan ringan yang menyenangkan. Mimpi di sini yang gue maksud adalah mimpi bagian dari tidur. Meskipun bila kata mimpi diartikan sama dengan impian, tetap masih sama menyenangkan untuk jadi bahan obrolan. Beberapa kali gue menceritakan mimpi kepada mama gue. Saat merasa harus menceritakan itu, gue harus tahan mengingatnya sampai ketemu momen tepat buat ngobrol dengan Mama, nyeritain mimpi sekaligus curcol. Kita semua tahu, seorang ibu nggak selalu punya waktu luang hanya untuk dengerin curhatan anaknya. Ada kalanya beliau mengerjakan pekerjaannya. Rasanya nggak pas bila gue curhat saat Mama mencuci piring. Kalau mimpi gue mulai dianggap ngelantur, muka gue dikasih abu gosok. Sumber: pixabay.com Kayaknya nggak cuma gue yang suka nyeritain mimpi sendiri. Orang-orang yang dekat dengan gue juga sering cerita. Dan seringnya, mimpi yang kita ceritain itu mimpi yang serem, aneh, dan basah. Mimpi disiram air cucian piring, misalnya. Menceritakan ...