Akhirnya saya mengerti apa yang disebut orang-orang sebagai quarter life crisis . Semula saya nggak mengerti apa sebutannya. Namun, beberapa hari yang lalu, ketika ngobrol dengan seorang senior, saya nyeplos kata-kata itu untuk mendefinisikan ciri-ciri yang beliau sebutkan. Perasaan merasa gagal, merasa bingung akan masa depan, dan perasaan yang membuat diri seseorang stagnan. Ya, begitu kira-kira yang saya pahami. Ternyata hal ini adalah perasaan yang wajar dan, bisa jadi, dirasakan banyak orang. Kalau lagi lesu dan lemah semangat, kadang-kadang perasaan itu muncul merongrong saya yang berada di usia awal 20. Baca juga: Pemuda Keren dan Berwibawa Enggan Kembali pada Masa Lalu Ada sebuah pandangan kalau orang ikut organisasi punya nasib akademik yang buruk. Nggak semua, tapi ada saja yang begitu. Saya termasuk yang akademiknya biasa saja, cenderung menengah ke bawah kalau dari segi prestasi. Namun, saya sering merasakan gejala QLC ketika melihat fenomena-fenomena dari akademik say...