Skip to main content

Posts

Masuk Jurusan IPA: Selamat Datang di Dunia Sihir!

Kamu kelas 9 SMP ingin melanjutkan pendidikan ke SMA? Kamu mau masuk jurusan IPA? Bila jawabannya ya, SELAMAT DATANG DI DUNIA SIHIR, SOBAT! Hal ini baru gue sadari menjelang akhir kelas 11. Setelah dua tahun belajar di SMA di jurusan IPA, gue banyak menemui keajaiban di jurusan ini. Keajaiban-keajaiban yang, mungkin, nggak akan ditemui di SMP. Jadi bagi kamu yang akan melanjutkan ke jurusan IPA, bersiaplah menghadapi keajaiban yang tak tertandingi! Sebagai seorang siswa yang selalu mengambil hikmah dari segala kegagalan dan remedial, gue akan menjelaskan bagaimana ajaibnya sekolah di jurusan IPA. Mungkin kamu bisa baca jika ingin tau apa itu keajaibannya. Matematika Anggaplah Matematika termasuk bagian dalam jurusan IPA, walaupun di IPS pun ada. Karena dalam Kurikulum 2013, anak-anak jurusan IPA mendapat dua pelajaran Matematika, Matematika Wajib dan Matematika Peminatan. Matematika Wajib semua jurusan mendapatkan, sedangkan Matematika Peminatan khusus bagi anak IPA. Istilahn...

Kicauan Lelaki Tua Bersarung

Aku, lelaki berumur setengah abad, sedang menikmati kopi hitam, hanya mengenakan sarung. Duduk di bangku panjang di depan rumah, memperhatikan tetangga yang sedang menyapu. Sesekali teman-temanku lewat menyapa, sedang mengantarkan anaknya ke sekolah. Sedangkan anakku, sudah berangkat 30 menit yang lalu. Aku mengambil koran di meja kemudian membacanya. Aku lihat tanggal terbitnya, ah, ini koran sebulan yang lalu. Mungkin itu terakhir kalinya aku membeli koran, dan itu terakhir kalinya aku pulang kerja. Karena, sebulan yang lalu aku dipecat. Pulang ke rumah dengan langkah gontai, menemui penjual koran langganan. “Mas, ini mungkin terakhir kalinya saya beli koran di tempat, Mas.” “Memang kenapa, Pak?” tanya penjual koran kepadaku. “Nggak papa. Mungkin saya akan beli di tempat lain atau membaca berita online. Ini, kan, era digital. Hehehe,” kataku berdalih. Padahal aku samasekali nggak punya handphone. Aku menyeruput kopi yang mulai mendingin. Ah, rasanya terlalu pahit. Sejak ...

Jalan-jalan ke Pameran Florina

Ada yang pergi ke acara Pameran Florina di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat? Tanggal 8 Mei kemarin, gue pergi ke sana bareng temen-temen KIR. Gue, Ipul (kelas 11), Dian, Iis, dan Pristi (kelas 10) ke sana naik Transjakarta dari halte Rawa Buaya. Sebenernya, gue nggak punya niat dari jauh-jauh hari pergi ke sana. Daripada gue bosen di rumah kemudian tidur-tiduran, mending pergi aja.  By the way, ada yang tau apa itu Pameran Florina? Kalo ada yang nggak tau, itu adalah acara pameran flora dan fauna (tapi lebih banyak ke flora). Begitu gue jelasin ke Mama sepulang dari acara itu, Mama nanya ke gue. "Berarti ada macan juga dong di sana?" "Ya... nggak macan juga, Ma." Nah, daripada salah persepsi, mending sekalian gue jelasin. Tapi nanti, setelah rentetan malapetaka yang gue hadapi di Transjakarta. Janjian jam 7 pagi, kami baru berangkat jam 8. Yap, ini semua karena budaya ngaret dari temen-temen KIR. Sambil nunggu bus yang mengangkut, gue tanya ke Ipul....

Dariku, Untuk Bapak/Ibu Guru

(Tulisan di bawah akan menjadi post yang "nggak banget") Tepat hari ini, 2 Mei 2016, kami sebagai pelaku pendidikan di Indonesia mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga dengan pendidikan generasi penerus bangsa bisa melanjutkan cita-cita para pahlawan di masa lalu dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Minimal bisa ikut World Cup, deh. Oke, cukup basa-basinya. Saya cukup pusing mikir dan memilih kata-kata yang tepat. Ini pun harus nyari refrensi dari pembina upacara tadi pagi. Saya, selaku perwakilan siswa yang selalu membuang sampah pada tempatnya dan tidak suka menempel upil di bawah meja, ingin menyampaikan aspirasi dalam bentuk surat terbuka untuk aspek utama pelopor pembangunan bangsa, pilar penting pendidikan Indonesia, yaitu bapak/ibu guru di seluruh Indonesia. Judulnya: "Aib di Antara Kita". Ehm, izinkan saya memperkenalkan diri kembali. Karena ada pepatah Slovenia yang berbunyi, "Tak kenal maka tak sayan...

Cerita di Balik Layar: The Kingdom

Begitu tau ada tugas drama musikal gue langsung antusias. Saking antusiasnya, gue sampai meninju angin. Karena ini momennya bagus buat tampil, dan gue, selayaknya anak muda yang ngebet tampil, nggak akan menyia-nyiakan momen ini. Pembagian kelompok pun dilakukan. Beranggotakan 18 orang, gue tergabung di kelompok A. 18 orang lagi di kelompok B. Dua minggu setelahnya dilakukan pengundian giliran tampil. Kelompok A tampil kedua. *** Oke, gue akan membawa kalian pada perjalanan dari kali pertama latihan hingga selesai penampilan. Dari Januari hingga 24 Maret 2016. Baca juga post dari teman gue, Wahyu: Sukses dengan 2 hari latihan. Bersyukurlah! Januari Hari Sabtu sepulang les, gue dan Giyats ke rumah Fellya (yang selanjutnya akan terus-terusan dijadiin tempat latihan). Rumahnya lumayan jauh. Beruntung kami punya petunjuk jalan sehingga kami nggak nyasar. Kalo nyasar, duh..., jadi makin panjang post gue. Di sana udah ada teman-teman. Artinya, di hari pertama latihan aja gu...

Kepada Orang yang Remedial

Kalau dihitung sejak awal masuk SMA, entah berapa kali gue mengalami remedial. Artinya, gue sering mengalami kesakitan karena nilai ujian nggak tuntas. Itulah sebabnya, gue jadi terbiasa dengan kesakitan ini. Namun, teman-teman gue terlalu pusing ketika remedial. Andai mereka tau, gue pun sama sakitnya dengan mereka. Tapi gue berusaha mencari hikmah di dalamnya. Karena, gue sudah terbiasa remedial. Padahal, gue mau banget tuntas ujian semua mata pelajaran. Untuk kalian yang sering, atau minimal pernah remedial, duduklah bersamaku di sini. *** Kepada orang yang remedial, kuatkanlah dirimu dari segala celaan entah dari guru, lawan, maupun temanmu berikan. Kepada orang yang remedial, meratapi nilai yang tak tuntas hanya akan mengiris perasaan semua keyakinan, tiba-tiba sirna begitu melihat nilai yang ada. Tak puas, tak terima. Namun begitu nyatanya. Kepada orang yang remedial, biasakanlah dirimu menghadapi sulitnya proses. Proses yang nantinya memb...

Ngomongin Blog di Kelas

Hwoaaah, minggu ketiga tahun 2016 jadi minggu yang sangat campur aduk bagi gue. Kenapa gue bilang campur aduk? Soalnya hari Senin gue praktek Kimia nyampurin larutan kimia ke botol minum temen. Bukan. Maksudnya bukan begitu. Gini maksudnya... Pertama, pada hari Jumat, gue harus presentasi Bahasa Inggris untuk kali kedua. Untuk minggu ini cuma mengulang materi minggu sebelumnya. Apa yang gue ucapin minggu lalu, sama persis dengan minggu ini. Setelah semua materi selesai, kelompok gue nampilin video contoh dari bentuk-bentuk conditional sentence. Bagi gue, video yang kami buat itu sangat bagus (lebih tepatnya, editan dan kameranya yang bagus). Sayangnya, video itu sempat dinodai oleh suara yang amat berengsek. Yaitu, dalam adegan, ada dua temen gue ngobrol di kelas. Kebetulan, saat take videonya, ada gue lagi main game perang di belakang kedua temen gue. Berhubung gue anaknya norak, pas kena tembak, gue langsung teriak-teriak, "GOBLOK.. GOBLOK!" yang secara nggak sengaj...