Skip to main content

Gagal ternak burung

Terimakasih kau terima
Pertunangan indah ini
Bahagia meski mungkin
Tak sebebas merpati


Itu sebagian lirik lagu dari Kahitna yang judulnya Tak Sebebas Merpati. Gua bukan mau ngomongin tentang pertunangan dan juga pernikahan. Gua mau ngomongin soal kegagalan dalam beternak burung dara. Ini cerita gua asli. Bukan cerita mungut dari bungkus permen relaxa atau lain-lain.




Kejadiannya gini, gua punya pikiran buat menghasilkan uang lewat ternak burung dara. Gua emang gitu, suka ambisius buat nyari duit, walaupun kecil-kecilan. Sejak SD otak gua udah tertanam bakat usaha (walaupun sering menggunakan cara licik).

Out of topic dulu ya. Jadi gini ya, bakat ekonomi (licik) gua udah terlihat sejak gua SD. Saat itu, gua ngerjain pr punya temen gua dan gua minta upah. Tarifnya itu gua masih inget banget. Seribu/soal. Dan gua ngerjain 6 soal, artinya gua dapet duit sejumlah........ 6500. Iya, 500 nya itu uang DP-nya. Lumayan bisa nge-begoin temen hahaha.  Itulah pertama kalinya gua menghasilkan uang dari keringat (dan kelicikan) gua sendiri. Tepuk tangan dulu dong buat gua hehehe

Balik lagi ke ternak burung. Entah darimana gua bisa kepikiran buat melihara burung dara. Seinget gua, waktu itu gua dihasut sama bocah kelas 5 SD. Katanya, bisa dapet duit dari melihara burung dara. Setelah gua coba 6 bulanan, ga pernah ada duit yang masuk dari ternak burung gua.
Ternyata emang susah juga melihara burung dara. Gua ga pernah ngejadiin telor burung itu dirawat sampe dia gede. Selama usaha gua buat ternak burung, gua udah ngeluarin duit buat:


Bikin kandang
Beli 6 x pasang burung (burung aja punya pasangan, masa kamu enggak? #NyindirSendiri)
Beli jagung, rutin 10 hari sekali, kadang ngga selalu sih
Beli paku
Beli es buat bocah tadi


Macem-macem deh. Tapi perhitungan sekali untuk hal sedetail itu (baca: pelit level Raja). Total ada kali 300rb gua ngeluarin duit dan itu ga ngehasilin duit. Satu-satunya yang bisa menghasilkan uang adalah saat gua ngejual pasangan burung dara yang terakhir. Alesannya karena gua bakal masuk SMA dan pasti jarang banget buat ada waktu buat yang lain (Sekarang terbukti)

Macem-macem deh suka dukanya melihara burung dara. Tapi banyakan dukanya. Ini seperti ada semacam karma dari kisah diatas. Gua ngebego-begoin temen gua buat mau ngebayar gua ngerjain pr dia. Sekarang malah gua dibego-begoin bocah kelas 5 SD (sekarang kelas 6).  


Pesan moral dari postingan gua kali ini adalah: Jangan pernah licik sama seseorang. Kalo mau nolong temen jangan berharap dapet mobil dari dia. Tapi, apa salahnya buat berharap

Comments

Popular posts from this blog

Sumber Ide untuk Lancar Menulis

Kok bisa sih, orang itu lancar menulis ? Sekali duduk, bisa ngetik berhalaman-halaman tulisan. Sumber idenya dari mana aja, ya? Gimana caranya ya biar lancar menulis kayak dia? sumber: freepik Saya suka bertanya-tanya tentang hal tersebut. Mungkin kamu juga menanyakan hal yang sama. Di sini insya Allah saya akan membagikan apa yang saya ketahui. Pada beberapa momen, saya bisa lancar sekali dalam menulis. Selama saya aktif menulis, rekor paling lancar adalah 10 halaman dalam waktu 3 jam! Fantastis buat saya pribadi. Wajar, saat itu saya sedang menggarap sebuah naskah. Kalau ingat masa-masa produktif itu, saya bingung dengan kondisi saat ini. Sekarang terasa lebih sulit untuk menulis. Inilah tujuannya...  Apa yang akan saya bagikan di tulisan ini akan menjadi pengingat bagi saya. Pengalaman Pribadi Pasti kita nggak asing dengan tugas pasca liburan ketika masa-masa sekolah. Ya, kan? Biasanya, pertama kali masuk sekolah setelah liburan, kita diminta nuli...

Tetap Produktif Walaupun #DiRumahAja

Tetap produktif walaupun #DiRumahAja jadi salah satu tekad saya menghadapi fenomena social distancing . Rugi banget kalau melakukan hal sia-sia pokoknya. Seperti yang dikatakan Rasulullah, “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaaat.” sumber: unsplash.com Sepekan terakhir ramai kampanye tagar #DiRumahAja . Tagar itu sebagai dukungan terhadap social distancing yang tujuannya mengurangi aktivitas di luar rumah . Sebelum lebih jauh, social distancing adalah strategi kesehatan publik untuk mencegah dan menghambat penyebaran virus. Caranya dengan menjaga jarak dengan mereka yang sedang sakit, termasuk menghadiri pertemuan dengan jumlah banyak seperti konser dan festival. Kebijakan tersebut, mengutip salah satu artikel di internet, adalah upaya untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona . Banyak hal positif yang saya rasakan selama masa-masa social distancing ini. Saya, yang jarang di ru...

Maret 2025: Penantian Panjang dan Nikmat Ramadhan

Bulan Maret ini banyak banget hal yang mau ditulis. Ditambah sedang dalam bulan Ramadhan, nggak mungkin kekurangan cerita dari perjalanan ibadah di bulan suci ini.  Saat post ini ditulis, saya sedang berada di kampung. Ngetik di laptop, sambil mendengar suara alam, dan ditemani teh kemanisan yang mulai dingin. Rasanya bawa laptop ke kampung jadi keputusan yang tepat untuk tetap jaga ritme aktivitas. Ditambah lagi masih cukup luang waktu di kampung. Penantian Panjang Sejak mulai rutin merekap aktivitas bulanan di blog, saya sering menyebut tentang publikasi artikel. Akhirnya, setelah penantian tersebut, artikel saya terpublikasi. Silakan bagi yang berminat membaca Analysis of Students Scientific Literacy in Integrated Acid-Base Learning Socioscientific Issues Kalau ditanya bagaimana perasaannya, yang pasti senang banget! Karena ini akan membuka peluang untuk publikasi artikel-artikel berikutnya. Semoga rasa semangat itu terus hadir. Dan yang paling penting, tulisan saya bisa membawa...