Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Santai

Kebersamaan dalam Perjalanan

Pernah melihat sekumpulan anak-anak menumpang mobil bak terbuka? Biasanya seumuran anak sekolah. Di Jakarta hal ini dikenal dengan berani mati (BM). Di lain kalangan, istilah BM malah diartikan dengan “keinginan kuat akan suatu hal”. Jadi, kalau dua kalangan itu bergabung dan mengatakan “BM BM”, mungkin artinya: pengin cepet-cepet mati. Nggak gitu deh kayaknya. Saya cuma pengin bahas BM yang pertama. BM pada zaman itu dianggap sebagai lambang lelaki sejati. Tentu di kalangan anak SMP saat itu dianggap keren dan macho. Bayangkan, sekumpulan anak muda beramai-ramai di pinggir jalanan, nunjuk-nunjukin kayu atau besi dari pinggir jalan, menyetop mobil yang melintas, lalu secara kompak naik ke atasnya. Prinsip kerja samanya kental, solid, dan berani. Pemandangan seperti itu hampir setiap hari saya lihat setiap pulang sekolah. Tentunya bukan sebagai pelaku, tetapi sebagai pengamat. Mengamati mereka sambil bersepeda dan nyanyi lagu-lagu JKT48, terutama “Aitakatta”. Kenapa lagu yang itu...

Pengalaman Berjualan Buku

Sudah saya sadari sejak lama bahwa lemari buku saya semakin penuh dari tahun ke tahun. Terhitung sejak kelas 9 SMP, diawali dengan memiliki buku Marmut Merah Jambu-nya Raditya Dika, hingga kini buku saya sudah mencapai puluhan jumlahnya. Memang belum sampai 40, tapi rasanya sudah saatnya saya harus menyikapi hal ini. Buku-buku itu kebanyakan hanya dibaca sekali (kecuali buku-buku Raditya Dika yang rata-rata minimal 3 kali baca ulang). Mereka berbaris rapi menempati lemari. Lemari saya kepenuhan. Terinspirasi dari seorang blogger, saya memberanikan diri menjual buku-buku saya. Saya upload ke Tokopedia semua buku yang sudah lama tidak dibaca, dibaca cuma sekali, atau nggak ada keinginan lagi untuk membacanya ulang. Dapat dipastikan, dengan kriteria seperti itu, buku-buku Raditya Dika nggak saya upload. Sayang banget waktu itu (sekarang sudah masuk ke toko virtual saya di sana). Awalnya saya ragu. Apa iya ada yang mau beli? Kalaupun ada, nunggu sampai kapan? Namanya anak baru, maunya...

Berobatlah, Jika Engkau Ingin Dapat Surat Izin Dokter

Seminggu yang lalu, gue baru aja ikut acara Science Class yang diadakan di SMAN 94. Awalnya gue nggak ikut acara ini, karena jatah perwakilan dari tiap sekolah cuma 2 orang. Tadinya mau ngirim 4 orang, dan gue ada di dalamnya. Terpaksa gue harus ngalah, ngasih kesempatan buat anak kelas 10. Kesempatan itu akhirnya kembali datang ke gue setelah anak kelas 10 yang udah ditunjuk ogah-ogahan buat pergi. Jadilah gue dan anak kelas 10 yang pergi. Tema pada acara itu adalah mengenai elektronika. Gue sangat tertarik pada hal-hal itu. Yang bikin gue makin tertarik dengan acara ini adalah ada kuis nge-tweet tentang acara ini di awal acara. Gue, sebagai manusia doyan nge-tweet, langsung nge-tweet sesuai dengan gaya remaja masa kini: curhat. Curhatnya sedikit menjilat Kuis itu diumumkan di akhir acara sebelum penutupan. Gue kaget, nama gue dipanggil sebagai pemenang kuis tersebut. Udah gitu tweet gue dibacain pula. Gue penasaran, siapa aja yang ikut. Ternyata, cuma gue doang yang ikut...