Skip to main content

Posts

Refleksi Ramadhan 1445 Hijriah

Jelang akhir Ramadhan 1445 Hijriah, dikabarkan salah satu komedian favorit, Babe Cabiita, meninggal dunia. Kabar tersebut mengejutkan publik. Isi media sosial saya banyak membahas tentang kebaikan-kebaikan beliau selama hidup. Babe dikenal sebagai orang yang dermawan dan sangat menghindari riba. Setidaknya itulah penuturan banyak orang tentang almarhum. Selain Babe, kabar meninggal di bulan Ramadhan ini saya dapati juga dari adik tingkat. Namanya Rifqi Ramadhan. Rifqi sudah dirawat di rumah sakit sejak sebelum Ramadhan. Penyakitnya cukup komplikatif. Sekitar dua puluh hari berjuang di rumah sakit, pada 10 hari terakhir Ramadhan Rifqi meninggal. Lahir di bulan Ramadhan, meninggal di bulan Ramadhan.  Almarhum Rifqi bikin saya iri. Sebab banyak testimoni-testimoni kebaikannya selama hidup, terutama aktivitasnya bersama Al-Qur'an, yang diungkap oleh teman seangkatan maupun yang berbeda angkatan dengannya. Terakhir ketika saya menjenguknya di rumah sakit, Rifqi masih belum sadar penuh, ...

Akhir Kisah Sarjana

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimushshalihat . Kalau terakhir lihat postingan ada di bulan April dan sekarang sudah Oktober, 6 bulan terakhir ada beberapa cerita yang mau saya tulis singkat di sini.  Pertama, punya motor. Satu hal yang nggak banyak orang tahu adalah saya belum mahir betul naik motor. Alasannya simple: nggak sering mencoba. Bersyukur dulu ketika beramanah di BEM tingkat universitas sering (dipaksa) belajar motor. Jam 10 malam dari Rawamangun ke Kalideres.  Bulan Syawal tahun ini akhirnya saya punya motor, setelah beberapa pekan sebelumnya motor di rumah kami dicuri orang. Terhitung sampai saat ini, saya sudah 2 kali jatuh dan 2 kali hampir jatuh dari motor. Sebuah capaian yang nggak bisa dibanggakan tentunya. Sampai seorang kawan bilang, “Sekali lagi jatuh dapet piring cantik lu, Rob.” Bukan tanpa alasan. Karena tadi, saya belum mahir betul. Tapi, dengan modal nekat, terhitung sejak punya motor, saya sudah pernah mengendarai motor dari Jakarta sampai Suba...

Film Buya Hamka: Upaya Mempopulerkan Tokoh Bangsa

Satu hal yang mendorong saya menonton film Buya Hamka adalah karena saya mengidolakan beliau.  sumber: Instagram @falconpublishing Memang baru sedikit pengetahuan saya tentang Buya Hamka. Saya suka baca kutipan-kutipannya, membaca beberapa bukunya, dan beberapa kali mengikuti kajian tentang Buya Hamka. Melalui karyanya, saya lebih banyak menyelami pemikiran-pemikiran Buya Hamka. Di sisi lain, saya belum pernah baca biografinya. Pengenalan tentang sepak terjangnya jadi kurang tergambar dalam benak saya. Beberapa kutipan Buya Hamka terfavorit versi saya: Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik. Manusia itu asalnya dari tanah, makan hasil tanah, berdiri di atas tanah, dan akan kembali ke tanah. Lalu kenapa masih bersifat langit? Jika ghirah telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, ya...

Duhai Rabb Kami, Betapa Kami Tak Ingin Ditinggalkan Ramadhan

instagram.com/robby_haryanto Duhai Rabb kami,  betapa kami tak ingin ditinggalkan Ramadhan,  sebab hanya di bulan ini sajalah  s eharusnya kami lebih sering berinteraksi dengan Al-Qur'an,  walau ternyata masih banyak waktu tersia-sia Duhai Rabb kami,  betapa kami tak ingin ditinggalkan Ramadhan,  sebab di bulan ini lebih banyak kemungkinan untuk qiyamul-lail,  meskipun akhirnya kami dikalahkan rasa kantuk dan kelelahan Duhai Rabb kami,  betapa kami tak ingin ditinggalkan Ramadhan,  sebab di bulan ini berlimpah kesempatan untuk bermunajat,  namun kepentingan lain membuat doa kami terburu-buru  dan tak nikmat lagi Ampunilah kami ya Allah,  terimalah amal-amal kami 

Rich Dad, Poor Dad: Seni Menyelamatkan Keuanganmu

Sebetulnya nggak ada motivasi lebih buat baca buku Rich Dad , Poor Dad . Beli buku ini bermodalkan diskon 50 persen Gramedia dan keyakinan suatu saat akan butuh pengetahuan keuangan. Udah. Itu aja. Dan sekarang saya sedang ada di kondisi kedua. Saat menulis post ini, saya baru baca 106 halaman. Sengaja tidak saya tuntaskan membaca kemudian menulis ringkasannya. Biar halaman-halaman berikutnya menjadi misteri dan saya berbagi apa yang sudah saya baca. Dalam beberapa halaman awal buku Rich Dad , Poor Dad saya sempat berpikir tokoh "saya"--diperankan langsung oleh penulis, Robert T. Kiyosaki--memiliki dua ayah. Ternyata bukan! Dua ayah tersebut merupakan ungkapan penulis tentang dua cara pandang mengenai keuangan. Rich Dad (Ayah Kaya) adalah ayah Mike, temannya, yang memberi banyak perspektif baru soal keuangan dan penulis belajar banyak hal darinya. Sedangkan Poor Dad (Ayah Miskin) adalah ayah kandungnya, yang memiliki cara pandang keuangan orang pada umumn...

Menyapa Kembali

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, guys! Hm, canggung banget buat mulai nulis lagi di sini sebetulnya. Keinginan buat mulai nulis blog muncul setelah rentetan kejadian hari ini. Pertama, rasanya sedih tapi kayak yaudah deh, setelah tau akun Twitter saya (@robby_haryanto) ngga bisa login. Bermula saat setelah ngajar, tiba-tiba banyak banget notif dari Twitter di email. Saya kira pesan lama yang baru muncul lagi notifikasinya. Ternyata ada upaya masuk, lalu akun emailnya sudah berubah. Tanya-tanya teman sebetulnya bisa dipulihkan. Cuma, kayak.. males banget deh. Mulai saat ini, akun @robby_haryanto sudah bukan saya yang pegang ya teman-teman. Kedua, sekarang udah masuk tahun 2023. Wah, tahun depan mau 10 tahun dong saya ngeblog! Ada rasa bangga tapi ngga bangga-bangga banget. 10 tahun berjalan, paling 3 tahun pertama aktifnya. Semoga bisa seterusnya ngisi blog ini. Pengennya, blog ini tetep berusaha ada dan terasa personal, sama kayak rasa yang dibawa saat blog ini ha...

Tulisan Hari ke-4 Tahun 2022

Buat kalian yang baca blog ini, saya mau bilang: udah tahun 2022 kok kalian masih mau sih baca blog? Blog saya lagi! Huahahaha. Di antara beribu-ribu bahkan berjuta-juta konten yang diunggah dalam sehari, kenapa kalian nyasar ke sini? Entah apa motivasinya, semoga ada nilai kebaikan bagi kita semua.  Saya cuma lagi merasa ada di situasi acak, yang kesemuanya adalah fragmen-fragmen dari apa yang pernah saya baca dan saya alami. Dan juga angan-angan yang kok-bisa-bisanya-kepikiran-begitu-weh.  -- Satu, saya jadi inget salah satu bagian di novel Dunia Kafka karya Haruki Murakami (judul asli: Kafka on the Shore ). Sang tokoh utama, Kafka, pergi jauh dari rumah ke sebuah perpustakaan di sebuah desa (bener nggak gitu ya? Udah lama nggak baca soalnya). Saya terinspirasi adegan itu. Bukan saya pengen minggat, maksudnya saya penasaran gimana rasanya tinggal di perpustakaan. Berhubung di rumah saya banyak buku (sekitar 40-60 buku), saya adaptasi hal itu ke rumah saya. Bedanya, saya ngg...