Skip to main content

Posts

Jembatan Antara Cemas dan Tenang

Perasaan ini semakin menguat. Baru kali ini saya merasa secampur aduk ini. Tentang rindu. Membuat saya bingung, cemas, sedih. "Emang nggak kangen?" ujar wanita itu pada suatu malam. "Kangen sih, tapi gimana lagi ya." Saya cuma senyum, berusaha mengobati momen-momen yang hilang di antara kami. Bukan hal yang biasa bagi kami. Sudah terlalu lama kami tidak bertukar senyum. Saya hampir lupa rasanya deg-degan untuk mengawali cerita atau berkeluh kesah sejenak. Untuk hal sesederhana minum teh bareng, kami pun tak sempat. Terlalu sering saya meninggalkannya dengan senyum. Entah, rasanya seperti senyum yang berat karena harus menahan suatu beban. Wanita itu adalah ibu saya. Mungkin, kalau saya boleh membandingkan, lebih kangen lagi teman-teman saya yang berasal dari luar kota, yang jaraknya lebih jauh dari saya. Jarak rumah saya ke tempat menimba ilmu ini hanya 25 km. Naik bus Transjakarta, transit sekali, dilanjut naik angkot, jalan sebentar, sampai. Terbayang ...

Akrab dengan Kimia

Saya menyukai kimia. Mungkin sebelum melanjutkan bacaan hingga kata terakhir, ada baiknya saya mengatakan, bahwa postingan ini tetap bisa dinikmati semua orang. Bukan hanya untuk orang-orang yang sedang dan/atau pernah mempelajari ilmu kimia. Bagi saya, kimia adalah mata pelajaran yang cara mendapatkan nilai bagus bisa diraih relatif mudah. Bayangkan, 60 persen soal berupa hitungan sederhana. Tinggal masuk ke rumus, voila , hasilnya ketemu. Bahkan ada soal hitungan yang nggak perlu pake rumus! Menyenangkan bukan? Bagaimana dengan 40 persennya? Sisanya cuma berupa hafalan kok. Pahit-pahitnya, bisa pake cara "ngitung kancing". Soal pilihan ganda mempermudah segalanya. Namun, semuanya berubah sejak saya masuk perkuliahan. Jangan harap ada soal pilihan ganda. Soal yang bermodalkan hafalan juga jarang. Lagipula berat kalau mau ngafalin semua materi sebuku. Soal hitungan sedikit banget. Sekalinya ada, angkanya nggak ada yang sebagus soal kimia SMA. Hal ini cuk...

Memulai Lagi?

Gue kira, gue akan benar-benar berhenti menulis. Kenyataannya, meski nggak pernah menambahkan entri baru di blog ini, gue nggak pernah terlepas dari kegiatan menulis. Baik menulis hal ringan, misalnya nulis status dan nulis pesan, maupun hal yang perlu 'mikir', misalnya nulis laporan. Ternyata manusia memang nggak akan pernah berhenti menulis. Tinggal memilih di media mana dia akan menampilkan tulisannya. Kemudian membiasakan diri sehingga menulis bukan lagi suatu kegiatan yang berat. Sewaktu masa-masa kejayaan gue ngeblog (standar gue sendiri adalah ketika bisa membuat post lebih dari empat dalam waktu sebulan), gue sering menemui blog-blog dengan domain dot com (.com) yang mulai kehilangan gairahnya. "Sayang banget nih blog dot com, tapi nggak ada postnya lagi," kata gue saat itu. Sampai akhirnya, gue merasakan sendiri hal itu. Jelas rugi banget kalau uang untuk bayar domain terus keluar, tapi nggak ada tulisan baru yang keluar. Agak sedih juga mengingat b...

WISGR, Bukti Kreativitas Anak Bangsa

Apa yang membanggakan dari Indonesia?  Menurut gue, manusianya, terutama kreativitasnya. Banyak banget orang Indonesia yang kreatif. Misalnya, di jalur 3 in 1. Orang-orang kreatif tadi memanfaatkan aturan itu menjadi peluang mencari uang sebagai joki 3 in 1. Oke, kayaknya itu bukan contohnya deh. Terbukti, kreativitas anak bangsa telah membuahkan hasil—bukan jadi joki 3 in 1 tentunya. Salah satu buktinya adalah dengan munculnya game WISGR . Game ini dibuat oleh developer game Guklabs. Game ini sudah mulai ramai dibicarakan di banyak forum digital. Ramainya perbincangan mengenai WISGR karena diprediksi game ini akan menjadi game yang dapat sambutan baik di pasar game internasional. Kekuatan WISGR ada pada story dari gameplaynya. WISGR berusaha membawakan cerita yang dapat menyentuh perasaan pemain serta ceritanya pun full original. WISGR adalah game PC bergenre action adventure . Karakter utama dalam game ini bernama Boghe yang merupakan seorang pema...

Backpackeran ke Lombok, Nggak Perlu Tunggu Low-Season Kalau Ada Bus AKAP

foto:img-o.okeinfo.net Lombok itu jauh, apalagi dari tempat tinggal gue di Jakarta. Karena alasan ini, gue dan banyak orang yang berpikiran sama, jadi mikir-mikir beribu kali untuk backpacker- an ke Lombok, terutama lewat jalur darat. Karena perjalanan sangat panjang, ditambah dengan dua kali penyeberangan laut yang bakal menguji fisik dan kesabaran. Kamu setuju, kan, perjalanan darat itu melelahkan? Untuk backpacker sejati, perjalanan jauh bukanlah halangan karena mereka memang terlahir untuk suka menghabiskan waktu menikmati perjalanan. Misalnya, kamu berangkat dari Jakarta menuju Lombok dengan bekal selembar tiket bus di tangan. Mampukah kamu menaklukkannya? Jarak yang sangat jauh, sekitar 1.300 kilometer, itu bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 50 menit dengan pesawat terbang. Namun, untuk backpacking dengan menggunakan bus kota, bersiaplah dengan petualangan duduk lebih dari 30 jam duduk di kursi penumpang bus. Karenanya, butuh lebih dari sekadar niat untuk bisa sampai ke ...

Pemimpin Itu KITA

Sejatinya kita adalah seorang pemimpin; pemimpin untuk banyak orang dan, lebih mendasar lagi, pemimpin untuk diri sendiri. Bila sosok pemimpin masih saja digambarkan sebagai orang-orang yang memangku jabatan di suatu lembaga maupun organisasi, bisa jadi makna pemimpin sebenarnya belum benar-benar kita pahami. Pemimpin yang biasa kita pahami adalah pemimpin secara struktural, bukan secara esensial. Kepemimpinan sebenarnya bisa tumbuh pada tiap-tiap individu. Karakter-karakter seorang pemimpin akan muncul saat seseorang masuk ke dalam suatu wadah sosial. Sosok pemimpin pastinya memiliki tiga karakter. Pemimpin memiliki sifat kreatif yang mana menjadi modal dalam mengarungi suatu perjalanan. Kreativitas pemimpin akan diuji saat dihadapkan dengan masalah. Ketika dalam menyelesaikan suatu masalah, pemimpin yang kreatif tidak akan kehabisan ide menemukan solusi. Selain dalam menyelesaikan masalah, kreativitas pemimpin juga akan berpengaruh dalam perwujudan impian yang disusun bersama-s...

PKMF MIPA 1 2018 "Pendidikan Saat Ini"

Assalamu'alaikum. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Hidup pendidikan Indonesia! Alhamdulillah pada post kali ini saya akan membagikan sedikit gambaran mengenai acara PKMF MIPA 1 2018. Saya hanya dapat memberikan gambaran mengenai jalannya acara karena pada waktu yang bersamaan saya berhalangan hadir. Sebagai referensi dari tulisan ini, saya membaca tulisan milik teman-teman saya. Acara dilaksanakan pada hari Rabu, 25 April 2018 bertempat di Gedung Dewi Sartika 10.16, Kampus A UNJ. Acara kembali dipandu oleh Kak Mahbub Al-Haqi (Kimia 2016). Materi II pada hari ini bertemakan "Pendidikan Kontemporer" yang disampaikan oleh Kak Rakha Ramadhana (Kepala Departemen Kominfo BEM UNJ 2018). Sistem pendidikan Indonesia diatur dalam UU Nomor 20 tahun 2003.  Urgensi dari pendidikan itu sendiri ada beberapa poin yang disampaikan oleh Kak Rakha: 1. Memberikan pengetahuan Kita dapat mengambil suatu landasan hadits. "Jika seseorang meninggal dunia, ...