Skip to main content

Posts

Tulisan Hari ke-4 Tahun 2022

Buat kalian yang baca blog ini, saya mau bilang: udah tahun 2022 kok kalian masih mau sih baca blog? Blog saya lagi! Huahahaha. Di antara beribu-ribu bahkan berjuta-juta konten yang diunggah dalam sehari, kenapa kalian nyasar ke sini? Entah apa motivasinya, semoga ada nilai kebaikan bagi kita semua.  Saya cuma lagi merasa ada di situasi acak, yang kesemuanya adalah fragmen-fragmen dari apa yang pernah saya baca dan saya alami. Dan juga angan-angan yang kok-bisa-bisanya-kepikiran-begitu-weh.  -- Satu, saya jadi inget salah satu bagian di novel Dunia Kafka karya Haruki Murakami (judul asli: Kafka on the Shore ). Sang tokoh utama, Kafka, pergi jauh dari rumah ke sebuah perpustakaan di sebuah desa (bener nggak gitu ya? Udah lama nggak baca soalnya). Saya terinspirasi adegan itu. Bukan saya pengen minggat, maksudnya saya penasaran gimana rasanya tinggal di perpustakaan. Berhubung di rumah saya banyak buku (sekitar 40-60 buku), saya adaptasi hal itu ke rumah saya. Bedanya, saya ngg...

Tumbuh dan Berkembang bersama Nasihat

Tumbuh dan berkembang di lingkungan yang dikelilingi nasihat itu enak banget ya. Buat orang yang nggak suka denger nasihat, saya coba sarankan: istighfar banyak-banyak. Karena nasihat adalah perantara kebaikan mau hadir ke kita. Ungkapan "ah sok-sokan lu" atau sok-sok yang lainnya yang membuat kita menolak nasihat. Memang pernah ada masanya saya sendiri pun sulit menerima nasihat dan masukan. Sulit banget. Sulit, karena saya merasa sudah melakukan hal yang benar. Tapi ketika teguran itu datang, saya malah menghindar. Memang ada kalanya kita pun perlu menyaring, mana yang hanya boleh didengar, mana yang harus jadi perbaikan diri kita. Kembali lagi ke nasihat. Usia-usia seperti saya ini adalah usia yang perlu sebanyak-banyaknya dengar nasihat orang berpengalaman. Khususnya di dunia pekerjaan. Kenapa khususnya dunia itu? Ya, gapapa. Saya mau bahas itu soalnya. Saya pernah dengar pesan, kadang ukuran kebahagiaan kita dalam kerja itu bukan dari berapa jumlah besaran gaji/upah yang...

Tidur Setelah Shalat Subuh

Siapa yang suka tidur setelah shalat subuh? Pasti di antara pembaca ada yang teriak dalam hati "sayaaaa!" Saya nggak tahu persis kebiasaan itu saya mulai kapan. Seingat saya, sejak saya mulai masuk kuliah aktivitas tersebut sering terjadi. Tepatnya saat semester 1, saat perjalanan ke kampus terasa lama sekali. Berangkat pagi setelah shalat subuh, berharap sampai di kampus pukul 7 atau setengah 8. Biasanya saya duduk di pojok dekat kaca bus, bersandar, lalu terlelap sampai halte transit. Nggak jarang ketiduran sampai lewat beberapa halte dari tujuan. Berlanjut ke semester berikutnya, ada satu mata kuliah yang dimulai pukul 7 dan beliau dosen yang dianggap galak. Artinya, kelas ini penuh strategi sebelum kuliah dimulai. Nyari tempat duduk strategis, sudah ada di kelas sebelum beliau masuk, dan nggak terlihat ngantuk karena bisa jadi sasaran empuk buat ditanya-tanya. Strategi saya adalah tidur di masjid kampus. Sayangnya, masjid kampus yang saya tempati nggak satu lokasi dengan ...

Halo 2022!

Nggak nyangka, saya akhirnya nulis lagi di sini. Huahahaha. Pas dapet tagihan perpanjangan domain awal Desember lalu, sebenernya kepikiran berkali-kali untuk melanjutkan. Satu, udah nggak ada hasrat untuk ngeblog. Dua, uangnya menipis. Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya domain ini diperpanjang. Yap, seperti yang hadir saat ini kalian baca. Blog robbyharyanto.com masuk tahun ke-7! --- Bicara tahun 2022, kemarin di hari terakhir 2021 ceritanya saya bikin story kayak orang-orang. Hasilnya, banyak banget kalimat-kalimat positif yang masuk. Kayaknya itu yang kita harapan nggak, sih? Doa dan dukungan dari orang-orang untuk kebaikan kita. Dan kita juga berharap kebaikan itu sampai kepada mereka. Tahun baru akrab dengan harapan-harapan baru Resolusi saya sederhana, cuma pengin jadi pribadi yang lebih baik. Lebih sabar, lebih dewasa, lebih bijak menghadapi berbagai persoalan, dan lebih banyak bersyukur pastinya. Bukan karena makin dewasa jadi nggak banyak keinginan, tapi hal-hal tadi jadi ...

Tahun Ketujuh

 Dari judul tulisan ini mungkin kamu bertanya-tanya, ada apa 7 tahun lalu? Ya, tepat 7 tahun lalu, saya mulai membuat blog. Di ulang tahun blog saya yang ketujuh ini saya ingin rayakan dengan sederhana. Bersyukur atas tiap tahun pertumbuhannya.  Saya bersyukur karena punya tempat untuk melatih kemampuan menulis. Lebih-lebih lagi setelah saya pakai domain berbayar, tanggung jawab untuk mengisi blog jauh lebih besar. Kalau sebulan blog kosong pasti timbul penyesalan, meskipun sedikit. Saya bersyukur karena dari apa yang saya goreskan di sini sedikit memberi inspirasi bagi pembacanya. Meskipun rasanya kata "inspirasi" jauh dari tepat bagi blog saya. Setidaknya ada beberapa orang yang meninggalkan kesan pada blog saya. Saya bersyukur karena blog menampung lebih banyak kata dan curhatan saya. Hahahaha. Saya bersyukur karena dari ngeblog saya bisa mengerti satu topik lalu lompat ke topik lain. Saya bersyukur karena melalui blog saya punya alasan untuk ikut berperan dalam perjuangan...

Dilema Tengah Malam

Katanya, malam adalah waktu paling tepat untuk menikmati proses kreatif, misalnya menulis. Segala kebuntuan ide di siang hari, tuntas semua ketika malam hari. Sebanding dengan itu, kita tahu, kebanyakan deadline itu waktunya malam. Para deadliner sangat terbantu.   Satu hal yang sempat terpikirkan dalam benak saya: katanya malam cocok buat proses kreatif, tapi gimana kalau udah ngantuk? Ada dua kejadian bagaimana waktu-waktu menjelang tidur jadi menyebalkan. Pertama, di hari itu memang sudah dimulai proses kreatif. Misal, saya melihat waktu sudah nggak baik untuk bergadang. Aktivitas menulis dihentikan karena tahu besok aktivitas padat dan nggak baik kalau menjalaninya dengan kekurangan tidur. Namun, ide di kepala meminta untuk segera dieksekusi. Terjadi dilema di sini. Kalau saya lanjut, saya besok ngantuk. Kalau saya cukupkan dan pergi tidur, kemungkinan ide-ide itu terus berteriak meminta dikeluarkan. Demi kesehatan, saya pilih merebahkan diri di atas kasur. Baru beberapa saat m...

April Produktif

Alhamdulillah. Satu kata yang cukup menggambarkan apa yang terjadi di bulan April lalu. Saya bersyukur karena bisa melakukan banyak hal positif. Saya senang melakukan itu semua. Sebagai apresiasi, saya menulis entri di sini sekaligus untuk merekam apa yang pernah saya kerjakan. Setiap orang punya ukuran produktif yang berbeda. Untuk ukuran yang saya buat, disebut produktif apabila saat itu saya banyak menghasilkan dan melakukan hal-hal bermanfaat. Bikin tulisan, datang ke banyak kegiatan tanpa terlambat, mengerjakan tugas tepat waktu, dan lain-lain. Seminimalnya tidak melakukan hal-hal yang sia-sia.  Lalu bagaimana kabar skripsi? Nanti dulu. Nggak saya ceritakan di sini. Karena emang nggak ada yang bisa diceritakan. Wong belum mulai. Kembali ke topik. Saya sempat kehilangan harapan bisa melakukan banyak hal. Pasalnya, satu senjata tempur saya kehilangan fungsinya. Laptop saya rusak. Saya tanpa laptop bagai makan bubur ayam tanpa sendok. Bisa sih pakai yang lain, tapi kurang nikmat...