Skip to main content

Posts

Rich Dad, Poor Dad: Seni Menyelamatkan Keuanganmu

Sebetulnya nggak ada motivasi lebih buat baca buku Rich Dad , Poor Dad . Beli buku ini bermodalkan diskon 50 persen Gramedia dan keyakinan suatu saat akan butuh pengetahuan keuangan. Udah. Itu aja. Dan sekarang saya sedang ada di kondisi kedua. Saat menulis post ini, saya baru baca 106 halaman. Sengaja tidak saya tuntaskan membaca kemudian menulis ringkasannya. Biar halaman-halaman berikutnya menjadi misteri dan saya berbagi apa yang sudah saya baca. Dalam beberapa halaman awal buku Rich Dad , Poor Dad saya sempat berpikir tokoh "saya"--diperankan langsung oleh penulis, Robert T. Kiyosaki--memiliki dua ayah. Ternyata bukan! Dua ayah tersebut merupakan ungkapan penulis tentang dua cara pandang mengenai keuangan. Rich Dad (Ayah Kaya) adalah ayah Mike, temannya, yang memberi banyak perspektif baru soal keuangan dan penulis belajar banyak hal darinya. Sedangkan Poor Dad (Ayah Miskin) adalah ayah kandungnya, yang memiliki cara pandang keuangan orang pada umumn...

Menyapa Kembali

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, guys! Hm, canggung banget buat mulai nulis lagi di sini sebetulnya. Keinginan buat mulai nulis blog muncul setelah rentetan kejadian hari ini. Pertama, rasanya sedih tapi kayak yaudah deh, setelah tau akun Twitter saya (@robby_haryanto) ngga bisa login. Bermula saat setelah ngajar, tiba-tiba banyak banget notif dari Twitter di email. Saya kira pesan lama yang baru muncul lagi notifikasinya. Ternyata ada upaya masuk, lalu akun emailnya sudah berubah. Tanya-tanya teman sebetulnya bisa dipulihkan. Cuma, kayak.. males banget deh. Mulai saat ini, akun @robby_haryanto sudah bukan saya yang pegang ya teman-teman. Kedua, sekarang udah masuk tahun 2023. Wah, tahun depan mau 10 tahun dong saya ngeblog! Ada rasa bangga tapi ngga bangga-bangga banget. 10 tahun berjalan, paling 3 tahun pertama aktifnya. Semoga bisa seterusnya ngisi blog ini. Pengennya, blog ini tetep berusaha ada dan terasa personal, sama kayak rasa yang dibawa saat blog ini ha...

Tulisan Hari ke-4 Tahun 2022

Buat kalian yang baca blog ini, saya mau bilang: udah tahun 2022 kok kalian masih mau sih baca blog? Blog saya lagi! Huahahaha. Di antara beribu-ribu bahkan berjuta-juta konten yang diunggah dalam sehari, kenapa kalian nyasar ke sini? Entah apa motivasinya, semoga ada nilai kebaikan bagi kita semua.  Saya cuma lagi merasa ada di situasi acak, yang kesemuanya adalah fragmen-fragmen dari apa yang pernah saya baca dan saya alami. Dan juga angan-angan yang kok-bisa-bisanya-kepikiran-begitu-weh.  -- Satu, saya jadi inget salah satu bagian di novel Dunia Kafka karya Haruki Murakami (judul asli: Kafka on the Shore ). Sang tokoh utama, Kafka, pergi jauh dari rumah ke sebuah perpustakaan di sebuah desa (bener nggak gitu ya? Udah lama nggak baca soalnya). Saya terinspirasi adegan itu. Bukan saya pengen minggat, maksudnya saya penasaran gimana rasanya tinggal di perpustakaan. Berhubung di rumah saya banyak buku (sekitar 40-60 buku), saya adaptasi hal itu ke rumah saya. Bedanya, saya ngg...

Tumbuh dan Berkembang bersama Nasihat

Tumbuh dan berkembang di lingkungan yang dikelilingi nasihat itu enak banget ya. Buat orang yang nggak suka denger nasihat, saya coba sarankan: istighfar banyak-banyak. Karena nasihat adalah perantara kebaikan mau hadir ke kita. Ungkapan "ah sok-sokan lu" atau sok-sok yang lainnya yang membuat kita menolak nasihat. Memang pernah ada masanya saya sendiri pun sulit menerima nasihat dan masukan. Sulit banget. Sulit, karena saya merasa sudah melakukan hal yang benar. Tapi ketika teguran itu datang, saya malah menghindar. Memang ada kalanya kita pun perlu menyaring, mana yang hanya boleh didengar, mana yang harus jadi perbaikan diri kita. Kembali lagi ke nasihat. Usia-usia seperti saya ini adalah usia yang perlu sebanyak-banyaknya dengar nasihat orang berpengalaman. Khususnya di dunia pekerjaan. Kenapa khususnya dunia itu? Ya, gapapa. Saya mau bahas itu soalnya. Saya pernah dengar pesan, kadang ukuran kebahagiaan kita dalam kerja itu bukan dari berapa jumlah besaran gaji/upah yang...

Tidur Setelah Shalat Subuh

Siapa yang suka tidur setelah shalat subuh? Pasti di antara pembaca ada yang teriak dalam hati "sayaaaa!" Saya nggak tahu persis kebiasaan itu saya mulai kapan. Seingat saya, sejak saya mulai masuk kuliah aktivitas tersebut sering terjadi. Tepatnya saat semester 1, saat perjalanan ke kampus terasa lama sekali. Berangkat pagi setelah shalat subuh, berharap sampai di kampus pukul 7 atau setengah 8. Biasanya saya duduk di pojok dekat kaca bus, bersandar, lalu terlelap sampai halte transit. Nggak jarang ketiduran sampai lewat beberapa halte dari tujuan. Berlanjut ke semester berikutnya, ada satu mata kuliah yang dimulai pukul 7 dan beliau dosen yang dianggap galak. Artinya, kelas ini penuh strategi sebelum kuliah dimulai. Nyari tempat duduk strategis, sudah ada di kelas sebelum beliau masuk, dan nggak terlihat ngantuk karena bisa jadi sasaran empuk buat ditanya-tanya. Strategi saya adalah tidur di masjid kampus. Sayangnya, masjid kampus yang saya tempati nggak satu lokasi dengan ...

Halo 2022!

Nggak nyangka, saya akhirnya nulis lagi di sini. Huahahaha. Pas dapet tagihan perpanjangan domain awal Desember lalu, sebenernya kepikiran berkali-kali untuk melanjutkan. Satu, udah nggak ada hasrat untuk ngeblog. Dua, uangnya menipis. Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya domain ini diperpanjang. Yap, seperti yang hadir saat ini kalian baca. Blog robbyharyanto.com masuk tahun ke-7! --- Bicara tahun 2022, kemarin di hari terakhir 2021 ceritanya saya bikin story kayak orang-orang. Hasilnya, banyak banget kalimat-kalimat positif yang masuk. Kayaknya itu yang kita harapan nggak, sih? Doa dan dukungan dari orang-orang untuk kebaikan kita. Dan kita juga berharap kebaikan itu sampai kepada mereka. Tahun baru akrab dengan harapan-harapan baru Resolusi saya sederhana, cuma pengin jadi pribadi yang lebih baik. Lebih sabar, lebih dewasa, lebih bijak menghadapi berbagai persoalan, dan lebih banyak bersyukur pastinya. Bukan karena makin dewasa jadi nggak banyak keinginan, tapi hal-hal tadi jadi ...

Tahun Ketujuh

 Dari judul tulisan ini mungkin kamu bertanya-tanya, ada apa 7 tahun lalu? Ya, tepat 7 tahun lalu, saya mulai membuat blog. Di ulang tahun blog saya yang ketujuh ini saya ingin rayakan dengan sederhana. Bersyukur atas tiap tahun pertumbuhannya.  Saya bersyukur karena punya tempat untuk melatih kemampuan menulis. Lebih-lebih lagi setelah saya pakai domain berbayar, tanggung jawab untuk mengisi blog jauh lebih besar. Kalau sebulan blog kosong pasti timbul penyesalan, meskipun sedikit. Saya bersyukur karena dari apa yang saya goreskan di sini sedikit memberi inspirasi bagi pembacanya. Meskipun rasanya kata "inspirasi" jauh dari tepat bagi blog saya. Setidaknya ada beberapa orang yang meninggalkan kesan pada blog saya. Saya bersyukur karena blog menampung lebih banyak kata dan curhatan saya. Hahahaha. Saya bersyukur karena dari ngeblog saya bisa mengerti satu topik lalu lompat ke topik lain. Saya bersyukur karena melalui blog saya punya alasan untuk ikut berperan dalam perjuangan...