Skip to main content

Posts

Maret 2025: Penantian Panjang dan Nikmat Ramadhan

Bulan Maret ini banyak banget hal yang mau ditulis. Ditambah sedang dalam bulan Ramadhan, nggak mungkin kekurangan cerita dari perjalanan ibadah di bulan suci ini.  Saat post ini ditulis, saya sedang berada di kampung. Ngetik di laptop, sambil mendengar suara alam, dan ditemani teh kemanisan yang mulai dingin. Rasanya bawa laptop ke kampung jadi keputusan yang tepat untuk tetap jaga ritme aktivitas. Ditambah lagi masih cukup luang waktu di kampung. Penantian Panjang Sejak mulai rutin merekap aktivitas bulanan di blog, saya sering menyebut tentang publikasi artikel. Akhirnya, setelah penantian tersebut, artikel saya terpublikasi. Silakan bagi yang berminat membaca Analysis of Students Scientific Literacy in Integrated Acid-Base Learning Socioscientific Issues Kalau ditanya bagaimana perasaannya, yang pasti senang banget! Karena ini akan membuka peluang untuk publikasi artikel-artikel berikutnya. Semoga rasa semangat itu terus hadir. Dan yang paling penting, tulisan saya bisa membawa...

Februari 2025 : Datang dari Pondok Cabe, Mengunjungi Bandung, Kelaparan di Salemba

Bulan Februari terasa lama sekali buat saya. Setiap hari bolak-balik buka web jurnal dan email, menanti kapan artikel saya di-submit. Saking nggak sabarnya punya artikel ilmiah perdana. Langsung saja, beberapa potongan tulisan saya di bulan Februari yang tercatat. Kedatangan Banyak Buku Awal bulan Februari saya selesai registrasi mata kuliah, yang mana berbarengan dengan pemesanan buku mata kuliah. Untuk yang belum tahu, saat ini saya sedang berkuliah S1 (lagi) di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka. Total di semester ini saya ambil 6 mata kuliah dengan total 18 sks.  Ketika paket datang, saya antusias luar biasa. Sayangnya saya lupa memfoto sebelum unboxing . Bagaimana perasaannya setelah membuka paket tersebut? Tentu bahagia!  Sekaligus... serius ini tebel-tebel banget, ya Allah. Kalau semua buku ditumpuk, tingginya setara dua bantal di rumah. Sebetulnya banyak pengalaman baru dan menarik buat saya pribadi selama persiapan menjadi mahasiswa UT. Kalau ada waktu dan ke...

Januari 2025: Kembali Seperti Masa Kuliah

Satu bulan lepas dari domain .com di blog ini ternyata tidak banyak perbedaan yang berarti dalam hidup saya. Salah satu alasannya memang karena beberapa tahun terakhir saya sudah kurang serius mengelola blog ini. Jadi, menurut saya, domain .com belum menjadi kebutuhan utama saat ini, sehingga ketika tidak melanjutkan perpanjangan waktu semuanya jadi biasa saja. Cukup menjadi kenangan 10 tahun bersama.  Sekarang mari kita memulai dengan santai dan tanpa beban.  Tahun 2025 ini saya berencana untuk punya rekap aktivitas setiap bulan. Sebetulnya saya punya file khusus tentang ini Google Drive melalui Spreadsheets. Namun, hanya tulisan singkat saja yang dapat jadi pemantik untuk saya tuang lebih banyak di blog. Lagi-lagi, ini adalah salah satu cara untuk mengembalikan semangat diary online yang menjadi identitas blog ini sejak saya SMA. Semoga ini jadi cara untuk merekam sedikit ingatan, mengembalikannya di masa depan, dan upaya tetap terhubung dengan rekanan yang lebih luas. Oke,...

Pengumuman 2025

Assalamu'alaikum. Halo gais! Jadiii, singkatnya, sambil nunggu dar-der-dor di luar dan nyari ngantuk, sampailah tulisan ini ke kalian.  Sepanjang 31 Desember 2024 mantengin Instagram, beranda saya dipenuhi rekap momen teman-teman following. Ikut seneng pastinya. Ada yang menjadikan sebagai momen bersyukur, menunjukkan kemampuannya bertahan hingga kini, dan doa serta harapan di tahun berikutnya. Kalian hebat! * Per 16 Desember kemarin blog ini sudah tidak dengan domain .com lagi. Sebetulnya sudah terpikirkan sejak tahun lalu untuk ngga perpanjang, dengan pikiran, "Ah kayaknya bisa nih kita coba setahun aktif lagi." Nyatanya 2024 cuma muncul 4 tulisan aja. Terima kasih domain berbayarku atas kebersamaannya selama 10 tahun.  Harus diakui, tahun ini lagi nggak banyak aktivitas nulis bagi saya pribadi. Baik di buletin kampus, antologi, atau blog itu sendiri. Sebatas caption Instagram aja, yang kadang-kadang langsung copy-paste kutipan tokoh tertentu. Apakah 2025 mulai dicoba u...

April 2024: Belajar Buat Video dan Kembali Praktikum

 1/ Salah satu aktivitas baru yang mulai saya coba di bulan April adalah buat video.  Awal keinginannya sederhana: karena saya senang ngobrol tentang buku. Kalau ketemu orang yang sejenis, bahas buku akan menjadi diskusi panjang untuk berbagi apa yang telah dibaca masing-masing. Itulah asal-usul judulnya #BagiBaca , berbagi apa yang telah dibaca. Jadilah, saya mulai ngobrolin tentang buku di Youtube. Sampai tulisan ini diposting, sudah ada 2 video #BagiBaca di channel saya. 2/ Selain buat video di Youtube, saya juga mulai buat video-video pendek di Reels, Short, dan Tiktok. Satu bulan ini memang saya jadikan sebagai ajang percobaan dan belajar. Nonton video sana sini, cek analytics mereka, dan kira-kira apa yang bisa diterapkan di akun-akun saya. Ternyata menyenangkan.  Bagian menyulitkannya adalah tentu.. semangat untuk buat videonya.  3/ Setelah sekian lama tidak praktikum kimia, akhirnya saya kembali melakukan praktikum di sekolah. Terakhir tahun 2019 saat kuliah,...

A Day in My Life with Chemistry: Ide Aktivitas di Sekolah setelah Liburan

Sebelumnya, saya pernah tulis, kalau saya memberi tugas menulis cerita selama liburan. Inilah ide aktivitas untuk siswa setelah libur lebaran. Saya tau, ini bukan ide satu-satunya dan pertama kalinya. Secara kebutuhan, ini cocok kondisinya dengan keadaan saat ini. Ide itu datang ketika saya coba ingat-ingat lagi ketika masa sekolah dulu. Sering dahulu ketika level SD, aktivitas itu selalu muncul. Terutama pada saat pelajaran Bahasa Indonesia. Nah, bagaimana denganku—yang merupakan guru kimia? Saya ajak mereka menghubungkan cerita mereka dengan hal-hal yang berkaitan dengan kimia. Bisa bentuknya suatu konsep, kandungan dalam suatu bahan, dan nama/rumus kimia dari suatu benda. Ketika saya sampaikan di kelas, “Aktivitas kita hari ini: silakan menulis cerita kalian selama liburan.” Respons yang hampir mirip di setiap kelas: “haah?” dan “yaaah“ “Tunggu, belum selesai,” ujarku. “Karena ini kelas kimia, maka hubungkan cerita kalian dengan sesuatu yang berkaitan de...

Libur Lebaran 2024

Hari ini masuk pertama sekolah. Aktivitas pertama yang saya lakukan bersama para siswa adalah menulis cerita selama liburan. Mungkin dalam benak kalian akan bertanya, “Kamu sebenarnya guru apa?” Ya, betul, saya adalah guru kimia.  Bagaimana kisahnya? Nanti akan saya tulis di postingan terpisah. Sebagaimana siswa-siswa saya di sekolah, kali ini saya juga akan menceritakan libur akhir puasa dan lebaran kemarin. 1/  Libur akhir puasa dimulai tanggal 4 April. 3 hari sebelumnya saya sudah memulai i’tikaf di Masjid Baitul Ilmy, Labschool Rawamangun, Jakarta Timur. Ada kesan bahagia ketika bisa kembali i’tikaf di Labschool Rawamangun, setelah terakhir kali diadakan tahun 2019. Bahagia karena kembali ke sini, bahagia karena masih bisa merasakan i’tikaf 2/ Tanggal 6 April saya, bapak, dan mama berangkat mudik dengan tujuan Grobogan, Jawa Tengah. Memasukai daerah Karawang, bus yang kami tumpangi seketika mengeluarkan asap dan suara gaduh. Beberapa penumpang menjerit. Ada pula yang terba...

Refleksi Ramadhan 1445 Hijriah

Jelang akhir Ramadhan 1445 Hijriah, dikabarkan salah satu komedian favorit, Babe Cabiita, meninggal dunia. Kabar tersebut mengejutkan publik. Isi media sosial saya banyak membahas tentang kebaikan-kebaikan beliau selama hidup. Babe dikenal sebagai orang yang dermawan dan sangat menghindari riba. Setidaknya itulah penuturan banyak orang tentang almarhum. Selain Babe, kabar meninggal di bulan Ramadhan ini saya dapati juga dari adik tingkat. Namanya Rifqi Ramadhan. Rifqi sudah dirawat di rumah sakit sejak sebelum Ramadhan. Penyakitnya cukup komplikatif. Sekitar dua puluh hari berjuang di rumah sakit, pada 10 hari terakhir Ramadhan Rifqi meninggal. Lahir di bulan Ramadhan, meninggal di bulan Ramadhan.  Almarhum Rifqi bikin saya iri. Sebab banyak testimoni-testimoni kebaikannya selama hidup, terutama aktivitasnya bersama Al-Qur'an, yang diungkap oleh teman seangkatan maupun yang berbeda angkatan dengannya. Terakhir ketika saya menjenguknya di rumah sakit, Rifqi masih belum sadar penuh, ...

Akhir Kisah Sarjana

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimushshalihat . Kalau terakhir lihat postingan ada di bulan April dan sekarang sudah Oktober, 6 bulan terakhir ada beberapa cerita yang mau saya tulis singkat di sini.  Pertama, punya motor. Satu hal yang nggak banyak orang tahu adalah saya belum mahir betul naik motor. Alasannya simple: nggak sering mencoba. Bersyukur dulu ketika beramanah di BEM tingkat universitas sering (dipaksa) belajar motor. Jam 10 malam dari Rawamangun ke Kalideres.  Bulan Syawal tahun ini akhirnya saya punya motor, setelah beberapa pekan sebelumnya motor di rumah kami dicuri orang. Terhitung sampai saat ini, saya sudah 2 kali jatuh dan 2 kali hampir jatuh dari motor. Sebuah capaian yang nggak bisa dibanggakan tentunya. Sampai seorang kawan bilang, “Sekali lagi jatuh dapet piring cantik lu, Rob.” Bukan tanpa alasan. Karena tadi, saya belum mahir betul. Tapi, dengan modal nekat, terhitung sejak punya motor, saya sudah pernah mengendarai motor dari Jakarta sampai Suba...

Film Buya Hamka: Upaya Mempopulerkan Tokoh Bangsa

Satu hal yang mendorong saya menonton film Buya Hamka adalah karena saya mengidolakan beliau.  sumber: Instagram @falconpublishing Memang baru sedikit pengetahuan saya tentang Buya Hamka. Saya suka baca kutipan-kutipannya, membaca beberapa bukunya, dan beberapa kali mengikuti kajian tentang Buya Hamka. Melalui karyanya, saya lebih banyak menyelami pemikiran-pemikiran Buya Hamka. Di sisi lain, saya belum pernah baca biografinya. Pengenalan tentang sepak terjangnya jadi kurang tergambar dalam benak saya. Beberapa kutipan Buya Hamka terfavorit versi saya: Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik. Manusia itu asalnya dari tanah, makan hasil tanah, berdiri di atas tanah, dan akan kembali ke tanah. Lalu kenapa masih bersifat langit? Jika ghirah telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, ya...

Duhai Rabb Kami, Betapa Kami Tak Ingin Ditinggalkan Ramadhan

instagram.com/robby_haryanto Duhai Rabb kami,  betapa kami tak ingin ditinggalkan Ramadhan,  sebab hanya di bulan ini sajalah  s eharusnya kami lebih sering berinteraksi dengan Al-Qur'an,  walau ternyata masih banyak waktu tersia-sia Duhai Rabb kami,  betapa kami tak ingin ditinggalkan Ramadhan,  sebab di bulan ini lebih banyak kemungkinan untuk qiyamul-lail,  meskipun akhirnya kami dikalahkan rasa kantuk dan kelelahan Duhai Rabb kami,  betapa kami tak ingin ditinggalkan Ramadhan,  sebab di bulan ini berlimpah kesempatan untuk bermunajat,  namun kepentingan lain membuat doa kami terburu-buru  dan tak nikmat lagi Ampunilah kami ya Allah,  terimalah amal-amal kami 

Rich Dad, Poor Dad: Seni Menyelamatkan Keuanganmu

Sebetulnya nggak ada motivasi lebih buat baca buku Rich Dad , Poor Dad . Beli buku ini bermodalkan diskon 50 persen Gramedia dan keyakinan suatu saat akan butuh pengetahuan keuangan. Udah. Itu aja. Dan sekarang saya sedang ada di kondisi kedua. Saat menulis post ini, saya baru baca 106 halaman. Sengaja tidak saya tuntaskan membaca kemudian menulis ringkasannya. Biar halaman-halaman berikutnya menjadi misteri dan saya berbagi apa yang sudah saya baca. Dalam beberapa halaman awal buku Rich Dad , Poor Dad saya sempat berpikir tokoh "saya"--diperankan langsung oleh penulis, Robert T. Kiyosaki--memiliki dua ayah. Ternyata bukan! Dua ayah tersebut merupakan ungkapan penulis tentang dua cara pandang mengenai keuangan. Rich Dad (Ayah Kaya) adalah ayah Mike, temannya, yang memberi banyak perspektif baru soal keuangan dan penulis belajar banyak hal darinya. Sedangkan Poor Dad (Ayah Miskin) adalah ayah kandungnya, yang memiliki cara pandang keuangan orang pada umumn...

Menyapa Kembali

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, guys! Hm, canggung banget buat mulai nulis lagi di sini sebetulnya. Keinginan buat mulai nulis blog muncul setelah rentetan kejadian hari ini. Pertama, rasanya sedih tapi kayak yaudah deh, setelah tau akun Twitter saya (@robby_haryanto) ngga bisa login. Bermula saat setelah ngajar, tiba-tiba banyak banget notif dari Twitter di email. Saya kira pesan lama yang baru muncul lagi notifikasinya. Ternyata ada upaya masuk, lalu akun emailnya sudah berubah. Tanya-tanya teman sebetulnya bisa dipulihkan. Cuma, kayak.. males banget deh. Mulai saat ini, akun @robby_haryanto sudah bukan saya yang pegang ya teman-teman. Kedua, sekarang udah masuk tahun 2023. Wah, tahun depan mau 10 tahun dong saya ngeblog! Ada rasa bangga tapi ngga bangga-bangga banget. 10 tahun berjalan, paling 3 tahun pertama aktifnya. Semoga bisa seterusnya ngisi blog ini. Pengennya, blog ini tetep berusaha ada dan terasa personal, sama kayak rasa yang dibawa saat blog ini ha...

Tulisan Hari ke-4 Tahun 2022

Buat kalian yang baca blog ini, saya mau bilang: udah tahun 2022 kok kalian masih mau sih baca blog? Blog saya lagi! Huahahaha. Di antara beribu-ribu bahkan berjuta-juta konten yang diunggah dalam sehari, kenapa kalian nyasar ke sini? Entah apa motivasinya, semoga ada nilai kebaikan bagi kita semua.  Saya cuma lagi merasa ada di situasi acak, yang kesemuanya adalah fragmen-fragmen dari apa yang pernah saya baca dan saya alami. Dan juga angan-angan yang kok-bisa-bisanya-kepikiran-begitu-weh.  -- Satu, saya jadi inget salah satu bagian di novel Dunia Kafka karya Haruki Murakami (judul asli: Kafka on the Shore ). Sang tokoh utama, Kafka, pergi jauh dari rumah ke sebuah perpustakaan di sebuah desa (bener nggak gitu ya? Udah lama nggak baca soalnya). Saya terinspirasi adegan itu. Bukan saya pengen minggat, maksudnya saya penasaran gimana rasanya tinggal di perpustakaan. Berhubung di rumah saya banyak buku (sekitar 40-60 buku), saya adaptasi hal itu ke rumah saya. Bedanya, saya ngg...

Tumbuh dan Berkembang bersama Nasihat

Tumbuh dan berkembang di lingkungan yang dikelilingi nasihat itu enak banget ya. Buat orang yang nggak suka denger nasihat, saya coba sarankan: istighfar banyak-banyak. Karena nasihat adalah perantara kebaikan mau hadir ke kita. Ungkapan "ah sok-sokan lu" atau sok-sok yang lainnya yang membuat kita menolak nasihat. Memang pernah ada masanya saya sendiri pun sulit menerima nasihat dan masukan. Sulit banget. Sulit, karena saya merasa sudah melakukan hal yang benar. Tapi ketika teguran itu datang, saya malah menghindar. Memang ada kalanya kita pun perlu menyaring, mana yang hanya boleh didengar, mana yang harus jadi perbaikan diri kita. Kembali lagi ke nasihat. Usia-usia seperti saya ini adalah usia yang perlu sebanyak-banyaknya dengar nasihat orang berpengalaman. Khususnya di dunia pekerjaan. Kenapa khususnya dunia itu? Ya, gapapa. Saya mau bahas itu soalnya. Saya pernah dengar pesan, kadang ukuran kebahagiaan kita dalam kerja itu bukan dari berapa jumlah besaran gaji/upah yang...

Tidur Setelah Shalat Subuh

Siapa yang suka tidur setelah shalat subuh? Pasti di antara pembaca ada yang teriak dalam hati "sayaaaa!" Saya nggak tahu persis kebiasaan itu saya mulai kapan. Seingat saya, sejak saya mulai masuk kuliah aktivitas tersebut sering terjadi. Tepatnya saat semester 1, saat perjalanan ke kampus terasa lama sekali. Berangkat pagi setelah shalat subuh, berharap sampai di kampus pukul 7 atau setengah 8. Biasanya saya duduk di pojok dekat kaca bus, bersandar, lalu terlelap sampai halte transit. Nggak jarang ketiduran sampai lewat beberapa halte dari tujuan. Berlanjut ke semester berikutnya, ada satu mata kuliah yang dimulai pukul 7 dan beliau dosen yang dianggap galak. Artinya, kelas ini penuh strategi sebelum kuliah dimulai. Nyari tempat duduk strategis, sudah ada di kelas sebelum beliau masuk, dan nggak terlihat ngantuk karena bisa jadi sasaran empuk buat ditanya-tanya. Strategi saya adalah tidur di masjid kampus. Sayangnya, masjid kampus yang saya tempati nggak satu lokasi dengan ...

Halo 2022!

Nggak nyangka, saya akhirnya nulis lagi di sini. Huahahaha. Pas dapet tagihan perpanjangan domain awal Desember lalu, sebenernya kepikiran berkali-kali untuk melanjutkan. Satu, udah nggak ada hasrat untuk ngeblog. Dua, uangnya menipis. Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya domain ini diperpanjang. Yap, seperti yang hadir saat ini kalian baca. Blog robbyharyanto.com masuk tahun ke-7! --- Bicara tahun 2022, kemarin di hari terakhir 2021 ceritanya saya bikin story kayak orang-orang. Hasilnya, banyak banget kalimat-kalimat positif yang masuk. Kayaknya itu yang kita harapan nggak, sih? Doa dan dukungan dari orang-orang untuk kebaikan kita. Dan kita juga berharap kebaikan itu sampai kepada mereka. Tahun baru akrab dengan harapan-harapan baru Resolusi saya sederhana, cuma pengin jadi pribadi yang lebih baik. Lebih sabar, lebih dewasa, lebih bijak menghadapi berbagai persoalan, dan lebih banyak bersyukur pastinya. Bukan karena makin dewasa jadi nggak banyak keinginan, tapi hal-hal tadi jadi ...

Tahun Ketujuh

 Dari judul tulisan ini mungkin kamu bertanya-tanya, ada apa 7 tahun lalu? Ya, tepat 7 tahun lalu, saya mulai membuat blog. Di ulang tahun blog saya yang ketujuh ini saya ingin rayakan dengan sederhana. Bersyukur atas tiap tahun pertumbuhannya.  Saya bersyukur karena punya tempat untuk melatih kemampuan menulis. Lebih-lebih lagi setelah saya pakai domain berbayar, tanggung jawab untuk mengisi blog jauh lebih besar. Kalau sebulan blog kosong pasti timbul penyesalan, meskipun sedikit. Saya bersyukur karena dari apa yang saya goreskan di sini sedikit memberi inspirasi bagi pembacanya. Meskipun rasanya kata "inspirasi" jauh dari tepat bagi blog saya. Setidaknya ada beberapa orang yang meninggalkan kesan pada blog saya. Saya bersyukur karena blog menampung lebih banyak kata dan curhatan saya. Hahahaha. Saya bersyukur karena dari ngeblog saya bisa mengerti satu topik lalu lompat ke topik lain. Saya bersyukur karena melalui blog saya punya alasan untuk ikut berperan dalam perjuangan...

Dilema Tengah Malam

Katanya, malam adalah waktu paling tepat untuk menikmati proses kreatif, misalnya menulis. Segala kebuntuan ide di siang hari, tuntas semua ketika malam hari. Sebanding dengan itu, kita tahu, kebanyakan deadline itu waktunya malam. Para deadliner sangat terbantu.   Satu hal yang sempat terpikirkan dalam benak saya: katanya malam cocok buat proses kreatif, tapi gimana kalau udah ngantuk? Ada dua kejadian bagaimana waktu-waktu menjelang tidur jadi menyebalkan. Pertama, di hari itu memang sudah dimulai proses kreatif. Misal, saya melihat waktu sudah nggak baik untuk bergadang. Aktivitas menulis dihentikan karena tahu besok aktivitas padat dan nggak baik kalau menjalaninya dengan kekurangan tidur. Namun, ide di kepala meminta untuk segera dieksekusi. Terjadi dilema di sini. Kalau saya lanjut, saya besok ngantuk. Kalau saya cukupkan dan pergi tidur, kemungkinan ide-ide itu terus berteriak meminta dikeluarkan. Demi kesehatan, saya pilih merebahkan diri di atas kasur. Baru beberapa saat m...

April Produktif

Alhamdulillah. Satu kata yang cukup menggambarkan apa yang terjadi di bulan April lalu. Saya bersyukur karena bisa melakukan banyak hal positif. Saya senang melakukan itu semua. Sebagai apresiasi, saya menulis entri di sini sekaligus untuk merekam apa yang pernah saya kerjakan. Setiap orang punya ukuran produktif yang berbeda. Untuk ukuran yang saya buat, disebut produktif apabila saat itu saya banyak menghasilkan dan melakukan hal-hal bermanfaat. Bikin tulisan, datang ke banyak kegiatan tanpa terlambat, mengerjakan tugas tepat waktu, dan lain-lain. Seminimalnya tidak melakukan hal-hal yang sia-sia.  Lalu bagaimana kabar skripsi? Nanti dulu. Nggak saya ceritakan di sini. Karena emang nggak ada yang bisa diceritakan. Wong belum mulai. Kembali ke topik. Saya sempat kehilangan harapan bisa melakukan banyak hal. Pasalnya, satu senjata tempur saya kehilangan fungsinya. Laptop saya rusak. Saya tanpa laptop bagai makan bubur ayam tanpa sendok. Bisa sih pakai yang lain, tapi kurang nikmat...